Masih Pakai Kunci Pola untuk Amankan Ponsel? Tinggalkan! - Male Indonesia
Masih Pakai Kunci Pola untuk Amankan Ponsel? Tinggalkan!
MALE ID | Digital Life

Metode mengunci smartphone terus mengalami inovasi, mulai dari kunci pola, pemindai sidik jari, pemindai wajah, hingga pemindai mata. Namun, khusus untuk kunci pola tampaknya harus segera Anda tinggalkan.

kunci pola pixabay.com

Konon, metode yang pola merupakan salah satu metode pengunci smartphone yang paling tidak aman dibandingkan dengan cara lainnya. Pasalnya ini sangat mudah ditebak.

Menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh angkatan laut Amerika Serikat dan University of Maryland Batimore County menunjukkan bahwa mengunci ponsel menggunakan pola sangat tidak aman karena mudah dibuka oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Para peneliti memberikan alasan sederhana. Kunci pola serumit apapun yang digunakan oleh pemilik smartphone tetap akan mudah dilihat, mudah diingat, dan mudah ditiru oleh orang-orang disekitar pemilik smartphone.

Para penliti, menggelar sebuah eksperimen dengan melibatkan 1.173 orang. Mereka diminta untuk melihat video orang membuka ponsel menggunakan metode kata sandi dan pola, dari berbagai sudut dan jarak yang berbeda.

Setelah para responden melihat video tersebut, sekitar 100 orang diminta untuk mengulang eksperimen itu secara langsung, untuk melihat apakah ada perbedaan antara tes video dan tes secara langsung.

Hasilnya mengejutkan, di mana 64 persen peserta berhasil meniru pola yang mereka lihat dalam video yang di lakukan pada eksperimen pertama. Kemudian, Persentase naik menjadi 80 persen setelah eksperimen kedua.

Sementera itu, dari 1.173 orang peserta, hanya 11 orang saja yang mampu mengingat dan menirukan kombinasi sandi yang mereka lihat dalam video. Para ilmuan menyimpulkan bahwa, hal ini mungkin karena pola lebih mudah diingat oleh otak manusia.

"Pola sangat disukai oleh ingatan, karenanya pola tidak aman dibandingkan dengan kata sandi," kata Adam Aviv, ilmuwan dari akademi AL AS.

Karenanya para peneliti menganjurkan agar para pemilik ponsel pintar untuk mulai meninggalkan sistem penguncian sandi dan beralih ke minimal sistem kata kunci.

Namun, jika kunci pola terlanjur Anda sukai, Marte Løge, lulusan Norwegian University Science and Technology menyarankan, gunakanlah pola penyilangan. Jangan pernah memulai dari salah satu sudut. Hal itu untuk mendapatkan hasil yang paling aman.

Selain itu, dia mengatakan, menggunakan titik pola (node) sebanyak mungkin menawarkan tingkat keamanan yang lebih baik. Artinya, makin panjang dan makin kompleks polanya, maka tingkat keamanannya pun makin tinggi.

Meski baik, namun Anda yakin? semakin banyak pola yang Anda gunakan, semakin ingat Anda pada pola tersebut? Perhatikan dalam menggunakan metode kunci smartphone Anda. Jangan mempersulit diri dengan pola yang rumit jika dengan kata sandi atau angka lebih memudahkan untuk mengingat dan mengamankan ponsel Anda. **

SHARE