Mereka yang Terbaik di Bawah Mistar Gawang | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Mereka yang Terbaik di Bawah Mistar Gawang
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Kiper merupakan salah satu posisi vital dalam sepakbola dimana mereka bertugas mengamankan gawang dari ancaman gol, dan dari posisi inilah para pahlawan terbaik pun lahir. Walaupun mereka yang berdiri di bawah mistar gawang tidak pernah sedikitpun bermimpi menjadi kiper terhebat dunia. Mereka hanya menjalankan tugas dari manajer tim semata.

Seperti yang telah diketahui, tugas seorang kiper sangat berat. Bahkan kiper disebut-sebut sebagai pemain terakhir di barisan pertahanan sekaligus penentu hasil pertandingan sepakbola. Memang benar bahwa sosoknya kerap terabaikan pandangan mata para suporter serta pemirsa layar kaca. Namun, beberapa nama justru menjadi pahlawan terbaik bagi klub maupun timnas yang mereka bela.

Dalam artikel kali ini, kami mencoba menyebutkan siapa saya yang pantas mendapat predikat sebagai pahlawan terbaik di bawah mistar gawang sepanjang masa. Inilah nama-nama tersebut.

Gianluigi Buffon (Italia)


BY ???? ??????

International Federation of Football History & Statistics (IFFHS) pernah menobatkan Gianluigi Buffon sebagai kiper terbaik dunia abad 21. Kemampuannya sudah tidak perlu diragukan lagi. Dengan tinggi 191 cm serta style terbang khas ketika memblokir serangan musuh, ia berhasil membawa Italia menjuarai Piala Dunia 2006 dan hanya kebobolan dua gol. Satu dari titik putih Zinedine Zidane, dan yang kedua merupakan gol bunuh diri rekan setimnya. Ia juga menjadi legenda La Vecchia Signora, Juventus.

Edwin Van Der Sar (Belanda)


By Austin Osuide

Namanya mulai dikenal publik ketika membela klub asal Inggris, Manchester United. Van Der Sar didatangkan The Red Devils dari Fulham di tahun 2005. Berpostur setinggi 197 cm, ia sanggup mengawal gawang MU dari serangan lawan sampai usianya di 40 tahun pada musim 2010/2011. Torehan prestasi pun ia raih, seperti juara Liga Inggris (2007, 2008, 2009, 2011), Liga Champions Eropa (2008) dan sejumlah gelar lainnya.

Peter Schmeichel (Denmark)


By Carlsberg

Pemilik nama lengkap Peter Boleslaw Schmeichel merupakan salah satu kiper tersohor dunia lantaran karir gemilangnya. Didukung postur 191 cm, ia sempat membawa Manchester United meraih treble winners di tahun 1998 sampai 1999. Sementara bagi Denmark, Schmeichel turut serta mengantarkan negaranya menyabet Piala Eropa di tahun 1992. Pernah dilabeli sebagai kiper terhebat dunia sebanyak empat kali (1992, 1993, 1997 dan 1999), sebelum akhirnya ia gantung sepatu pada 2003.

Jose Luis Chilavert (Paraguay)


Prensa TV Pública

Barangkali sosoknya sudah tidak asing di kalangan pecinta si kulit bundar. Wajar saja, Jose Luis Chilavert adalah seorang penjaga gawang yang mencetak gol terbanyak ke gawang musuh. Sepanjang perjalanan karirnya, ia telah melesakkan tidak kurang dari 65 gol, termasuk melalui tendangan bebas. Bahkan di tahun 1999, Chilavert mencetak sejarah baru di dunia sepakbola dengan menorehkan hattrick pertama yang dilakukan oleh seorang kiper dalam satu pertandingan.

Dino Zoff (Italia)


Wiki

Bagi tifosi Juventus dan timnas Italia, sosok Dino Zoff sudah sangat melekat sebagai the Italian Legend. Postur tubuhnya sendiri kurang ideal untuk menempati posisi kiper, hanya 182 cm. Namun jangan salah, ia mampu membawa Juventus meraih gelar scudetto sebanyak enam kali. Yang paling fenomenal, Dino mengantarkan Italia menjuarai Piala Dunia 1982 kala usianya telah menyentuh angka 42 tahun!

Lev Yashin (Uni Soviet)


Kroon, Ron / Anefo

Rasanya pantas bila label kiper terbaik seantero dunia disematkan kepada Lev Ivanovich Yashin. Bagaimana tidak, penjaga gawang legendaris kelahiran 22 Oktober 1929 ini terkenal memiliki gerakan refleks nyaris sempurna disertai kemampuan baik menghalau bola yang datang. Bahkan sepanjang karirnya bersama timnas Uni Soviet (1954-1967), ia sukses menggagalkan sekitar 150 tendangan penalti lawan. Belum ada satupun penjaga gawang mampu melewati prestasi tersebut. Sungguh naas, menginjak tahun 1986 kakinya harus diamputasi karena cedera di lutut sebelah kanan. Empat tahun berselang, tepatnya pada 20 Maret 1990 Yashin menghembuskan napas terakhir akibat komplikasi penyakit yang dideritanya. Bon voyage, The Black Spider.**GP

SHARE