Zen Tableware Gelar Food Plating Competition 2017 - Male Indonesia
Zen Tableware Gelar Food Plating Competition 2017
MALE ID | Whats Up

Kekayaan kuliner yang di miliki Indonesia tidak bisa disangkal. Dari Sabang sampai Merauke, Indoensia mmiliki makanan khas yang tidak hanya sedap dirasa, tapi juga merangkum berbagai elemen budaya daerah dan masyarakatnya. Mulai dari bahan yang digunakan, cara memasak, bahkan juga kisah-kisah legenda yang menyertai hidangan tersebut.

Hanya saja, hidangan-hidangan yang sangat kaya ragam dari berbagai daerah tersebut kerap kali tak optimal dihadirkan dalam penyajian yang sesuai dengan kaidah-kaidah kuliner yang diakui secara global. Meski kelezatan dan aroma makanan merupakan hal utama yang harus ada dalam setiap jenis makanan, cara penyajian atau penataan yang optimal tentunya akan meningkatkan apresiasi terhadap sebuah hidangan.

Foto-2 (800 x 534)

Pakar kuliner William Wongso mengatakan, dalam dunia memasak, teknik penataan masakan atau hidangan atau yang juga disebut sebagai seni "Food Plating" menjadi sesuatu yang juga perlu diperhatikan.

"Seni “Food Plating” adalah cara penataan dan penyajian makanan di atas piring atau piranti lainnya dengan memperhatikan posisi dan komposisi makanan untuk menunjukkan nilai seni dan citarasa yang tinggi," tutur dia.

Maka dari itu, untuk meningkatkan apresiasi terhadap peran dari seni dan tatacara penyajian hidangan, terutama masakan Nusantara, Zen Tableware dari Indo Porcelain, bekerjasama dengan Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) dan William Wongso Kuliner (WWK) menggelar "ZEN Food Plating Competition 2017".
Kompetisi Zen Food Plating Indonesia ini merupakan bagian dari misi Zen Porcelain Tableware untuk membawa tradisi kuliner Indonesia ke taraf yang lebih tinggi untuk dapat diikuti para generasi muda juru masak profesional dan non profesional.

Kompetisi yang akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan ini, dimulai sejak hari Selasa - 31 Oktober 2017 hingga awal Desember 2017 mendatang. Perwakilan dari Zen Tableware, WWK serta ACMI akan menjadi juri dalam kompetisi tersebut.

Kompetisi ini dibagi ke dalam dua kategori, yakni untuk kalangan profesional dan non-profesional. Kemudian, untuk tahap penyeleksian sendiri, Santhi Serad dari ACMI mengatakan, penyelenggara kompetisi akan melakukan sistem seleksi berbasis media sosial dari Instagram dan Facebbok mulai dari 31 Oktober hingga 20 November 2017.

Para peserta diwajibkan membuat dua karya food plating untuk menu utama (main course) dan hidangan penutup (dessert) dalam porsi individual.

Dari seleksi awal yang dilakukan menggunakan media sosial, juri akan memilih 10 finalis dari kategori profesional dan 10 finalis dari kategori non-profesional yang kemudian akan diundang untuk unjuk kebolehan dan berkompetisi secara langsung di seleksi final yang rencananya akan digelar pada Sabtu, 9 Desember 2017 di Jakarta. **

SHARE