Mengakhiri Hubungan dengan Bijak - Male Indonesia
Mengakhiri Hubungan dengan Bijak
MALE ID | Relationships

Banyak alasan untuk mengakhiri hubungan dengan si dia. Mulai dari sifat, sudah tidak nyaman, sering bertengkar karena hal sepele, posesif, cemburuan, atau memang ada kenyamanan bahkan lebih parah Anda mendapati si dia sedang bersama pria lain. Fase sebuah hubungan kerap terjadi hal seperti itu.

Unsplash.com

Kadang tidak semudah apa yang dikatakan orang lain untuk mengakhiri hubungan yang telah dijalani sekian lama. Rasa tidak ingin menyakiti kadang timbul. Namun, jika dibiarkan dan Anda sudah tidak ada kecocokan dan kenyamanan, tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Namun, yang perlu Anda ingat adalah jangan sekali-kali beralasan ingin beristirahat dari sebuah hubungan jika Anda ingin mengakhirinya. "Jika sudah 90 persen yakin ingin mengakhiri hubungan dengan si dia, itu adalah waktu yang tepat untuk Anda mengatakannya," kata pakar percintaan, Dr Paul Hokemeyer.

Lanjut Hokemeyer, jangan sampai menunggu keputusan menjadi 100 persen. Anda akan terganggu dengan kenangan atau rasional yang akan membuang-buang waktu berharga Anda. Memang, sebuah perpisahan tentu ada yang tersakiti, tetapi cara yang Anda ungkapkan akan memengaruhi kadar sakit pasangan Anda. Berikut tips untuk mengakhiri hubungan dengan pasangan dengan bijak.

1. Pilih Waktu dan Tempat dengan Hati-Hati

Mengakhiri hubungan juga membutuhkan waktu dan tempat yang tepat. Seperti layaknya Anda ingin menyatakan cinta kepada si dia. Karena Anda perlu privasi untuk membicarakan. Jangan sampai Anda merusak waktu istimewa si dia apalagi sedang bersama keluarga, atau sedang dalam pekerjaan yang sangat sibuk.

"Pilihlah waktu ketika dapat membahas semuanya. Sehingga orang lain tidak merasa disergap," kata Dr Ramani Duvasula, seorang psikologogis klinis sekaligus penulis "Should I Stay or Should I go? Surviving a Relationship with a Narcissist”.

2. Memutuskannya Sepihak, Cari Ruang Publik

Saat ingin menghindari konflik, tentu Anda akan mengakhiri hubungan dengan cara lewat pesan singkat. Salah besar! Lebih baik Anda jadwalkan untuk bertemu dan bertatap muka di ruang netral, seperti cafe atau tempat yang menurut Anda baik.

"Sebuah ruang netral atau ruang publik akan memungkinkan Anda untuk masuk dan keluar dengan sendiri dengan kekuatan. Karena sifat dari ruang publik akan menjaga proses yang terjadi pada pergolakan hati," tutur Hokemeyer.

3. Langsung, Jujur, Namun Lembut dan Terhormat

Saat ingin mengakhiri hubungan tentu gejolak jiwa akan bertarung di dalam diri Anda. Rasa kasihan dan lain sebagainya muncul jika Anda memang benar-benar tidak sedang dalam dirundung amarah Namun, meski sedang dirunduh amarah, lebih baik bersikap lembut dan hormat.

Ungkapkan keluh kesah Anda secara langsung dan jujur. Jangan bertele-tele dengan pembukaan yang mebuat si dia merasa aneh melihat Anda.

4. Pilih Kata-Kata dengan Bijak

Memilih kata-kata dalam mengakhiri hubungan tentu dibutuhkan. Karena melalu pemilihan kata, seseorang akan lebih merasa sakit bahkan membenci Anda seumur hidupnya. Pilihlah sebuah frasa bijak untuk mengakhiri hubungan Anda. Jangan menyalahkan diri Anda sendiri. Karena sebuah hubungan terjalin antara dua orang.

Hindari frasa "Ini bukan tentang kamu, tapi ini tentang aku,". Karena itu bukan soslusi baik. Sebuah perpisahan tentu bukan karena Anda. Tetapi karena sebuah keadaan. Sifat pasangan. Jujur dan tenang menggunakan kata-kata bijak akan membuat si dia tidak terlalu sakit saat Anda memutuskan hubungan.

5. Jangan Menawarkan Harapan Palsu

Saat berujar "putus" untuk memgakhiri sebuah hubungan. Dan Anda tidak ingin merasa dia kacau, pasti Anda terdorong untuk menawarkan sebuah jalinan baru, yakti "persahabatan". Jika itu yang Anda inginkan, jangan sekali-kali membuat janji seperti hal tersebut jika niatan Anda ingin menenangkan keadaan.

Lebih baik Anda tegas dan teguh dalam komitmen Anda sebagai pria yang ingin mengakhiri hubungan. Jadi jangan terjebak dalam sebuah drama pelaku dan korban. **

SHARE