Eksperimen Mengerikan Masa Lalu yang Pernah Ada | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Eksperimen Mengerikan Masa Lalu yang Pernah Ada
Sopan Sopian | Story

Dunia sains pernah diguncangkan dengan eksperimen mengerikan yang dilakukan ilmuan. Eksperimen itu pada masanya dilakukan pada manusia sebagai objeknya. Alasannya karena manusia dapat menunjukan hasil yang lebih tepat dibandingkan dengan binatang.

pixabay.com

Tentu dibalik eksperimen ada kepenasaran dari seorang ilmuan terhadap sebuah inovasi yang belum pernah terjadi atau yang ada dalam pikirannya. Berangkat dari rasa keingintahuan itulah, eksperimen beranekaragam bermuculan sejak jaman dahulu dan memakan banyak korban.

Dengan begitu, bisa dikatakan eksperimen mengerikan ini adalah fakta kelam yang pernah terjadi di dunia sains dalam bayang-bayang kepenasaran yang serius dari ilmuan. Berikut beberapa eksperimen mengerikan masa lalu yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber.

1. Eksperiman Frankenstein di Dunia Nyata

Eksperiman ini dilakukan oleh Johann Conrad Dippel. Dia lahir dan besar di kastil Frankenstein, pada 1673 di sebuah tempat di dekat Darmstadt, Jerman. Dia dikatakan sebagai wujud asli dari novel Mary Shelley’s “Frankenstein”, meskipun gagasan itu tetap kontroversial.

Setelah mempelajari teologi, filsafat dan alkimia, ia menciptakan minyak binatang yang terbuat dari tulang, darah dan berbagai produk-produk hewani lainnya, yang dikenal sebagai Minyak Dippel yang diharapkan menjadi setara dengan mimpi para alkemis tentang “obat mujarab kehidupan”.

Dippel dikenal sebagai penemu bahan kimia sintetis bernama Prussian Blue. Ia mengklaim pernah menciptakan cairan hidup abadi. Kabarnya, percobaannya itu terinspirasi oleh karakter yangs sesuai dengan nama kastil tempat ia lahir, Franskenstein.

2. Eksperimen Cangkok Testis

Era 1935 sampai 1950, para narapidana merupakan status paling buruk di Amerika. Hal tersebut terjadi karena narapidana sama seperti penyerahan diri sebagai kelinci percobaan. Seorang ilmuwan bernama Leo Stanley melakukan sebuah eksperimen yang cukup gila yaitu dengan mengamputasi tubuh narapidana dan melakukan pencangkokan ke tubuh narapidana lainnya.

Stanley juga melakukan eksperimen pencangkokkan testis narapidana muda kepada narapidana yang sudah cukup tua. Yang lebih mengerikan, ternyata eksperimen tersebut membuahkan hasil yaitu narapidana yang lebih tua dan telah menerima cangkokkan testis menjadi lebih bersemangat di usia yang sudah lanjut.

3. Eksperimen Radiasi Iodine

The United Atomic Energy Commission (AEC) harus bertanggung jawab atas segala percobaan mengerikan yang terjadi pada 1953. Mereka menggunakan ibu hamil dan bayi sebagai objek uji coba dari benda yang sangat mengerikan.

Mereka memberikan radiasi iodine pada perut ibu hamil dan membuat bayi tersebut mati dan mengalami keguguran, serta melihat bayi yang mati tersebut sebagai pengaruh iodine. Tidak hanya itu, para ilmuwan juga menyuntikkan iodine pada 25 bayi baru lahir dan meneliti bagaimana pengaruh akumulasi iodine dalam kelenjar tiroid bayi.

4. Eskperiman Listrik Pada Mayat

Aldini adalah keponakan Luigi Galvani. Pamannya menemukan konsep galvanisme, saat melakukan percobaan dengan arus listrik pada kaki katak. Aldini mencoba melanjutkan percobaan tersebut lebih lanjut. Aldini melakukan percobaan pada mayat.

Di depan banyak orang, ia melakukan eksperimen pada tahanan yang dihukum gantung, George Forster. Dia menerapkan batang konduktor penghantar listrik pada rektum, hingga tahanan tersebut mulai meninju udara atau bergerak-gerak, dan kakinya mulai menendang dan tersentak.

5. Eksperimen HeLa Cells

Seorang ahli dalam ilmu imunitas bernama Chester Southam berhasil mencatat namanya dalam sejarah eksperimen paling mengerikan. Pada Juli 1963, ia menyuntikkan sel kanker hidup ke 22 pasien lanjut usia di Jewish Chronic Disease Hospital di Brooklyn yang dibiayai oleh United States Public Health Service dan the American Cancer Society.

Southam melakukan eksperimen gila tersebut untuk mengetahui apakan orang yang dilemahkan oleh sel kanker dapat menolak sel kanker lain yang masuk ke tubuhnya. Ia sendiri tidak memberi tahu satupun pasiennya mengenai risiko penyuntikan sel kanker hidup tersebut. **

SHARE