Menilik Awal Mula Film Dewasa Diproduksi - Male Indonesia
Menilik Awal Mula Film Dewasa Diproduksi
MALE ID | Story

Berita pencabulan, pemerkosaan, dan video-video "terciduk" yang mempertontonkan remaja belia sedang melakukan hubungan intim kerap tersebar di media-media sosial. Dalam video tersebut, para remaja semakin berani melakukannya di mana pun.

sejarah film porno Pixabay.com

Baik di warnet, kebun, di atas motor, hotel, dan lain sebagainya. Setan apa yang merasuki para remaja itu? Hasrat? Tentu itu adalah salah satunya. Pemucinya bisa ditebak selain hasrat, yakni film porno. Berangkat dari hal ini, baiknya perlu juga untuk menelusuri sejarah film porno itu sendiri.

Ternyata, film porno sudah diproduksi saat dunia perfilman dimulai.  Namun, dahulu hal ini sebenarnya di larang. Para pembuatnya pun menyebarluaskan secara diam-diam, untuk di nikmati di rumah, perkumpulan tertutup, atau bioskop malam.

Kemudian, pada 1970-an film porno mulai sedikit dilegalkan. Sejarah film porno ditulis Patrick Robertson dalam bukunya: Film Facts, bahwa film porno paling awal yang dapat diketahui tanggal pembuatannya adalah A L'Ecu d'Or ou la bonne auberge, dibuat di Perancis pada 1908.

A L'Ecu d'Or ou la bonne auberge adalah film yang bercerita tentang seorang tentara yang kelelahan, kemudian menjalin hubungan dengan seorang pelayan perempuan di penginapan. Robertson mencatat bahwa film porno tertua masih ada, dan tersimpan dalam Kinsey Collection di Amerika Serikat.

Namun, konon dalam sejarah film porno, ada film yang lebih tua dari film yang di produksi di Perancis. Yakni film El Satario dari Argentina. Di mana, film ini diduga diproduksi antara tahun 1907-1912.

Bahkan, sebelum populernya film porno berdurasi panjang. Robertson menuliskan ada sebuah film porno pendek pertama dengan durasi 10 menit yang diproduksi sekitar tahun 1910. Film ini simpel, menceritkan seorang wanita yang memuaskan diri sendiri kemudian beralih adegan ranjang dengan lawan jenis.

Kemudian, pada tahun 1980-an justru film porno mulai mencapai penyebaran luas. Ditambah, dengan berkembangnya internet pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, turut mendongkrak penyebaran film porno, dan menambah rumit penuntutan kecabulan legal.

Bahkan, pada tahun 2000-an ini, bisnis penjualan hasrat seksual melalui gambar telah menyumbang pendapatan USD 10 miliar per tahun untuk Amerika Serikat. **

SHARE