Sisi Gelap Google yang Sengaja Disembunyikan | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Sisi Gelap Google yang Sengaja Disembunyikan
Gading Perkasa | Digital Life

Siapa menyangka, sebagai salah satu perusahaan sekaligus search engine terbesar di dunia internet, terdapat beberapa fakta kelam mengenai Google. Benarkah?

pixabay.com

Ya. Bila Anda tidak menyadarinya, rasanya cukup wajar. Pasalnya, fakta kelam mengenai Google memang sengaja disembunyikan, bahkan terkesan ditutup-tutupi. Sebelum Anda mengetahui apa saja fakta atau sisi lain mereka, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu sedikit cerita tentang perkembangan Google.

Google Inc., merupakan sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat yang berfokus pada jasa dan produk internet. Meliputi teknologi pencarian, komputasi web, perangkat lunak dan periklanan secara online. Perusahaan ini didirikan pada 4 September 1998 oleh dua orang mahasiswa Stanford University pada saat itu, Sergey Brin dan Larry Page.

Sejak didirikannya, Google tumbuh menjadi perusahaan yang telah menghasilkan berbagai produk. Penawaran surel, aplikasi perkantoran, jejaring sosial dan masih banyak lagi. Diperkirakan, saat ini Google mengoperasikan berjuta-juta server di beberapa pusat dan sumber data.

Dari sedikit cerita mengenai Google di atas, rasanya tidak aneh apabila namanya dinobatkan sebagai search engine yang paling banyak digunakan masyarakat di seluruh dunia. Setiap menyalakan perangkat pintar, seseorang hampir bisa dipastikan akan mengakses laman Google untuk kali pertama. Google mustahil dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari.

Meski demikian, menjadi pendominasi di dunia bukan perkara sepele. Berbagai upaya dilakukan oleh Google, serta menghalalkan segala cara. Kerap kali mereka terlibat dalam aksi yang mengundang kontroversi, hingga merugikan banyak pihak. Berikut kami rangkum dalam fakta kelam mengenai Google yang sengaja disembunyikan.

Dianggap Melakukan Monopoli
Google pernah dikenai sanksi berupa denda sebesar 2,7 miliar dolar oleh Uni Eropa. Pasalnya, mereka (Google-red.) dianggap menyalahgunakan posisinya menguasai pasar. Seperti menutup pesaing dari daftar pencarian Google, contohnya situs Yelp. Uni Eropa berpendapat penyebab kesuksesan Google bukan karena mereka yang terbaik, melainkan secara diam-diam mereka menutup akses untuk alternatif lain kepada publik.

Terindikasi Menghindari Pajak
Rupanya, Google dikenal luas sebagai perusahaan yang agak sulit ditagih soal pajak. Tercatat negara-negara seperti Italia, Spanyol, Perancis, Inggris hingga Indonesia berjuang keras menagih pajak pendapatan dari perusahaan ini. Google Indonesia malah sempat menghindar untuk diperiksa saat diindikasi bermasalah soal pajak. Pemasukan Google di tanah air sendiri diperkirakan mencapai 5,5 triliun rupiah.

Dianggap Melanggar Privasi
Google mengirim mobil Street View ke berbagai kota di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Anda pasti pernah melihatnya sekali di jalan raya. Apa yang dilakukan Google melalui mobil tersebut? Menjadi jaringan pengendali server Wi-fi. Bila dijelaskan secara sederhana, apapun pengiriman data privasi kita melalui koneksi Wi-fi bisa dilihat oleh Google. Hal ini merupakan pelanggaran privasi. Sejumlah negara seperti Perancis, Amerika Serikat dan Australia mengecam tindakan perusahaan tersebut.

Mengubur Berita Negatif Terkait Google
Fakta kelam mengenai Google yang terakhir adalah, mereka kerap menghapus atau mengubur berita negatif yang sifatnya menyudutkan mereka. Terlebih artikel-artikel dengan komentar sangat pedas kepada Google, dipastikan Anda sulit atau hampir mustahil menemukannya.**GP

SHARE