Melihat Karakteristik Mr. P yang Sehat - Male Indonesia
Melihat Karakteristik Mr. P yang Sehat
Sopan Sopian | Sex & Health

Mr. P yang sehat tidak berhubungan dengan performa permainan Anda di ranjang. Misalnya saja seperti sensitivitas penis, ukuran, dan ereksinya. Karena itu semua lebih erat kaitannya dengan keseluruhan kesehatan tubuh.

Mr P yang sehat pixabay.com

Ambil contoh kecil, jika Mr. P Anda tidak bisa ereksi, ini berarti mencerminkan masalah kesehatan yang mendasari atau pun melampaui gairah dan seks semata. Berbeda dengan Mr. P yang sehat. Berikut ciri-ciri atau karakteristik penis yang sehat:

1. Warna
Secara umum, penis yang sehat memiliki warna yang sama dengan rona kulit tubuh. Namun, tidak sedikit pula, pria memiliki penis yang berwarna 1 sampai 2 tingkat lebih gelap, lebih coklat, atau kemerahan. Bahkan lebih terang daripada bagian tubuh lainnya.

Selain itu, ada pula yang memiliki bintik hitam pada penis. Bagi sebagian pria, ini adalah hal yang normal dari kulit mereka. Tetapi, jika timbul bercak atau noda yang baru saja muncul dan tak kunjung hilang, segera konsultasikan dengan dokter.

Jika penis Anda terjadi memar dan menyebar setelah cidera, ini juga penting untuk mendapatkan perhatian medis. Karena hal tersebut menandakan kerusakan jangka panjang pada ereksi.

Perhatian penting, jika rona warna kulit penis tidak begitu berbeda dengan sisa warna kulit tubuh, berarti Anda tidak terjadi masalah. Akan tetapi, jika ada perubahan warna yang signifikan dan mendadak, serta diikuti rasa sakit, terutama kemerahan dan membengkak, Anda harus temui dokter.

2. Tekstur
Penis yang normal, yakni penis yang memiliki tektur tidak mulus. Karena pada penis dapat terlihat dan bahkan sedikit timbul di permukaan, terutama jika terangsang. Tanda penis yang sehat juga memiliki folikel rambut pada batangnya, yang terasa seperti benjolan kecil.

Akan tetapi, jika adanya benjolan besar dan teriritasi, ini bisa diduga adalah sinyal dari penyakit kelamin menular. Seperti kutil penis bernanah.

Selain akibat penyakit kelamin, kulit penis dapat memerah teriritasi dari reaksi alergi sabun mandi, deterjen, atau dari terlalu banyak gesekan dari seks maupun masturbasi. Jika iritasi tidak menghilang dalam beberapa hari, temui dokter. Terutama jika Anda aktif secara seksual.

3. Ukuran
Setiap pria memiliki ukuran yang berbeda-beda. Di Indonesia, rata-rata panjang ukuran penis pria dewasa saat ereksi 12-19 centimeter. Saat ‘layu’, panjang penis pada umumnya berkisar 5-10 centimeter.

Namun, sebagian pria juga memiliki tambahan beberapa centimeter yang signifikan saat ereksi, sementara yang lainnya hanya mendapat tambahan panjang 1-2 centimeter. Saat kedinginan atau berenang di air dingin (atau bahkan grogi), sebuah penis dapat mengerut ke dalam tubuh, tetapi akan memanjang kembali saat mendapat kehangatan. Semua ini normal.

Selain penis, ukuran testis juga beragam. Meski umumnya satu dari dua itu lebih besar, itu tidak ada yang salah. Selain itu, umumnya testis harus terasa halus, tanpa ada benjolan atau gumpalan.

Jika Anda melihat perubahan atau sesuatu yang aneh, di mana satu testis membesar dan memiliki gumpalan keras, mengeras, dan rasa sakit, ini penting untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh kepada dokter kulit dan kelamin.

Bagi pria perokok, ini penting diperhatikan. Penis dapat mengecil karena beberapa alasan. Merokok, salah satunya. Merokok berdampak pada perkembangan aterosklerosis, alias penumpukan plak dalam arteri. Plak ini akan menyumbat pembuluh darah jantung, termasuk pembuluh darah yang bertugas mengirim darah ke penis selama ereksi.

Hal ini dapat menyebabkan ukuran penis menyusut 1-2 centimeter akibat pengapuran pembuluh darah. Merokok juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan penis yang dapat mempengaruhi kemampuan penis berfungsi secara normal.

4. Bentuk
Jika penis Anda tiba-tiba bengkok yang diakibat Peyronie’s disease, yang merupakan penumpukan plak jinak dan kemudian menimbulkan nyeri saat berhubungan intim, hubungi dokter. Kabar baiknuya, kondisi ini mudah diobati.

Selain itu, setiap kali Anda mengalami ereksi di pagi hari atau masturbasi, sebenarnya hal ini adalah cara tubuh untuk menjaga kebugaran bentuk penis. Otot penis harus tetap menerima oksigen melalui aliran darah yang dapat menyebabkannya membesar dan ereksi.

Jika seorang pria tidak mengalami ereksi normal, jaringan penis dapat menjadi kurang elastis dan menyusut, yang dapat membuat penis 1-2 cm lebih pendek. Tapi tenang, jika Anda secara fisik masih bisa ereksi namun tidak mengalaminya dalam sehari, otak memiliki program pemeliharaan penis otomatis. **

SHARE