Jaga Kemampuan Otak Anda dengan Aerobik - Male Indonesia
Jaga Kemampuan Otak Anda dengan Aerobik
Sopan Sopian | Sport & Hobby

Olahraga aerobik memiliki manfaat yang lebih spesifik. Memang secara umum olahraga tentu membuat badan lebih fit, tidak mudah sakit, tidak mudah lelah saat melakukan hal-hal kecil. Bahkan, dengan olahraga juga bisa membentuk otot tubuh Anda.

Olahraga Aerobik pixabay.com

Penelitian di bidang kesehatan, termasuk riset yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine dan US National Library of Medicine, berkata bahwa olahraga aerobik memiliki manfaat bagi otak Anda.

Selain membantu meningkatkan daya ingat, olahraga aerobik juga bisa membantu seseorang menyembuhkan depresi. Menurut catatan peneliti, penderita depresi yang rutin melakukan aerobik selama sepuluh hari berturut-turut berhasil menunjukkan penurunan hormon stres yang signifikan.

Tekniknya, lakukan treadmill selama 10 hari berturut-turut dengan masing-masing sesi setidaknya 30 menit cukup untuk menghasilkan penurunan depresi secara klinis dan relevan secara statistik.

Studi lain dalam Journal of Physical Therapy Science menyebutkan, meski tidak menderita depresi, latihan aerobik juga dapat menurunkan level hormon stres alami tubuh, seperti adrenalin dan cortisol.

Tentunya, latihan aerobik tidak hanya berlaku pada usia muda. Jika usia Anda berada di kepala lima, studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine menyarankan untuk mengombinasikan aerobik dan latihan daya tahan untuk hasil latihan otak terbaik.

Latihan itu bisa termasuk dari latihan dengan interval dan intensitas tinggi, seperti olahraga tujuh menit yang waktu lalu sedang tren, hingga gerakan yoga dinamis yang diselingi latihan kekuatan seperti plank dan push-up.

Meski para peniliti belum yakin mengapa latihan aerobik dapat mendorong kinerja otak. Tetapi, berdasarkan penelitian diduga hal ini terkait dengan aliran darah yang menyediakan energi dan oksigen segar ke otak.

Hipotesis ini terlihat dalam sebuah studi pada orang usia lanjut yang menunjukan potensi sindrom demensia menunjukkan bahwa latihan aerobik berhubungan dengan peningkatan ukuran hipokampus, bagian otak yang terlibat dalam proses pembelajaran dan daya ingat.

Joe Northey, penulis utama penelitian ini yang sekaligus seorang pelatih peneliti di Universitas Canberra mengatakan, jika Anda ingin sehat di usia yang lebih dari 50, Anda harus melakukan 45 hingga 60 menit latihan aerobik sebanyak mungkin selama satu pekan.

Di sisi lain, bonus dari aerobik yang bisa Anda dapatkan selain kesehatan, yakni setidaknya Anda bisa berkenalan  atau melihat wanita yang menjalankan aerobik sebagai penyemangat Anda, karena aerobik tergolong olahraga yang diminati oleh kaum hawa. **

SHARE