4 Mitos Mengenai Keaslian Madu Ini Ternyata Salah - Male Indonesia
4 Mitos Mengenai Keaslian Madu Ini Ternyata Salah
MALE ID | Sex & Health

Produk perlebahan, termasuk madu menjadi salah satu yang banyak dicari selama pandemi seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang peduli kesehatan. Meskipun begitu, beberapa masyarakat masih kesulitan dalam memilih madu yang sesuai mengingat banyaknya informasi kurang tepat mengenai keaslian madu yang beredar. 

Photo by Arwin Neil Baichoo on Unsplash

Melalui keterangan tertulisnya, Kembang Joyo, produsen produk perlebahan mengatakan bahwa kandungan dan manfaat dari madu asli dan madu palsu tentu berbeda. Jika madu asli kaya akan manfaat, madu palsu bisa menyebabkan berbagai penyakit yang membahayakan tubuh seperti diabetes dan kencing manis. 

Namun, menentukan keaslian madu kadang memerlukan ketelitian konsumen mengingat banyaknya varian madu di pasaran. Maka dari itu, Anda perlu mengtahui beberapa fakta di balik empat mitos mengenai keaslian madu yang banyak beredar. 

Mitos 1: Madu Asli Tidak Akan Berubah Warna
Perubahan warna pada madu adalah hal yang biasa. Hal tersebut disebabkan adanya Reaksi Maillard atau reaksi pencoklatan non enzimatis yang justru bisa meningkatkan kadar antioksidan dalam madu. Seperti diketahui, antioksidan bermanfaat sebagai penangkal radikal bebas yang bisa memicu serangan jantung, kanker, katarak, dan menurunnya fungsi ginjal.  

Mitos 2: Madu Asli Tidak Disukai Semut
Mitos yang satu ini juga tidaklah tepat. Faktanya, kesukaan semut akan madu sangat bergantung dengan berbagai hal seperti umur madu, kandungan karbohidrat, hingga jenis semut yang ada di area sekitar madu. Umumnya semut menyukai madu, bahkan sejak masih berbentuk nektar yang baru keluar dari ujung tanaman. 

Saking menyukainya, lebah dan semut sering berebut untuk mengambil nektar. Meskipun begitu, ada beberapa kondisi madu yang tidak disukai oleh semut, salah satunya madu yang belum cukup umur. Madu yang belum cukup umur akan mengakibatkan terjadinya fermentasi yang mana akan menghasilkan karbon dioksida yang tidak disukai semut.

Mitos 3: Madu Yang Mengkristal Merupakan Madu Palsu
Kristalisasi madu sering salah diartikan masyarakat sebagai pemalsuan madu. Padahal, kristalisasi atau penggumpalan madu merupakan hal lumrah yang terjadi secara alami dan spontan pada madu. Madu yang mengalami kristalisasi tidak akan mengalami penurunan kualitas. Semua kandungannya akan tetap sama dan tidak berubah, kecuali warnanya.

Mitos 4: Madu Asli Bisa Meletup 
Madu berasal dari cairan tanaman yang dikumpulkan oleh lebah. Secara alamiah, khamir yang berada di alam akan terbawa dalam madu. Khamir tidak akan aktif pada madu yang memiliki masa panen cukup panjang. Sebaliknya, khamir akan aktif dan melakukan proses fermentasi pada madu yang dipanen muda. 

Hasil samping dari fermentasi ini adalah CO2 (karbon dioksida) yang berbentuk gas. Secara alami gas ini akan menguap di udara. Namun, gas akan terakumulasi dan menghasilkan letupan saat berada di botol yang tertutup sangat rapat. Dengan begitu, keaslian madu tidak bisa diukur dari meletup atau tidaknya.    

SHARE