Detak, Film Pendek untuk Tumbuhnya Pekerja Kreatif - Male Indonesia
Detak, Film Pendek untuk Tumbuhnya Pekerja Kreatif
MALE ID | Whats Up

Sutradara film DETAK, Yongki Ongestu, dan producer, Eye Supriyadi, mengumumkan bahwa DETAK (Tarian Lengger Maut – Director’s Cut) telah tayang di Bioskop Online sejak 17 September lalu, dan akan tayang secara terbatas hingga 3 Oktober 2021.

Sebelumnya, Tarian Lengger Maut tayang di bioskop tanah air pada bulan Mei 2021 dan berhasil meraih 220.000 penonton (jumlah penonton bioskop terbanyak di masa pandemi sampai saat ini).

Dibintangi oleh Refal Hady dan Della Dartyan, DETAK menceritakan tentang seorang dokter psikopat yang pindah ke sebuah desa. Disana, dr. Jati (Refal Hady), bertemu dengan Sukma (Della Dartyan) dan jatuh cinta dengan detak jantungnya sendiri.

Dalam acara bincang film ini, Yongki berbagi lebih dalam tentang visi, proses produksi dan gerakan zero waste.

Film DETAK diproduksi dengan visi untuk mendorong pertumbuhan pekerja kreatif. Dalam produksinya, Yongki berkolaborasi dengan Eye Supriyadi, seorang producer berbasis di Banyumas. Produksi DETAK melibatkan 70% crew dan seniman tradisional Banyumas.

Selain itu, proses produksi film DETAK mengusung gerakan zero waste. Beberapa gerakan kecil termasuk menukar wadah dan alat makan sekali pakai dengan piring enamel dan alat makan stainless, menukar air mineral dalam kemasan dengan tumbler air isi ulang, dan menyediakan gelas stainless untuk menggantikan papercup.

“Kami sadar bahwa produksi menghasilkan sampah yang cukup banyak,” imbuh Yongki, “Minimal gerakan kecil kita bisa mengurangi sampah secara signifikan.”

Beberapa penghargaan yang telah diraih DETAK di festival mancanegara di antaranya Pemenang Best Cinematography di European Cinematography Awards, Finalist untuk category Cinematography di Rome Independent Film Festival, Nominee untuk Best Cinematography di Genre Celebration Film Festival (Japan), Nominee di Sacramento Underground Film & ARTS Festival serta Jakarta Independent Film Festival.

Yongki percaya bahwa untuk mendorong pertumbuhan perfilman tanah air, dibutuhkan dorongan dari pekerja-pekerja kreatif di berbagai daerah. Eye menambahkan bahwa akan ada produksi film kerjasama antara dirinya, pekerja kreatif Banyumas dan Yongki dalam waktu dekat.
 

SHARE