Steve Aoki Ingin Jasadnya Dibekukan Saat Meninggal - Male Indonesia
Steve Aoki Ingin Jasadnya Dibekukan Saat Meninggal
MALE ID | News

DJ Legendaris Steve Aoki memiliki harapan yang tak biasa terkait bagaimana jenazahnya kelak akan diperlakukan. Aoki mengungkapkan keinginannya agar tubuhnya bisa dibekukan secara kriogenik setelah ia meninggal nanti.

Photo: SmuggyTwin1/Wikipedia

Dengan begitu, ia berharap jenazahnya itu bisa dihidupkan lagi jika penelitian yang semakin maju memungkinkan untuk mewujudkannya. Hal itu disampaikan olehnya di acara "In Depth with Graham Bensinger".

"Harapan saya adalah apa yang ada di masa depan dengan teknologi otak," kata Aoki.

Raja turntable yang kekayaan bersihnya dilaporkan dalam kisaran 100 juta dolar AS (Rp 1,4 triliun) itu mengatakan, dia berharap untuk menjaga jasadnya tetap terpelihara dengan teknologi yang dikembangkan oleh Alcor Life Foundation. Teknologi untuk membekukan jenazah itu menghabiskan biaya 220 ribu dolar AS (Rp 3,1 miliar).

"Jadi Alcor adalah fasilitas yang bisa membekukan tubuhmu. Jika saya sangat beruntung mati di rumah sakit di mana mereka dapat memindahkan jasad saya dan dengan cepat membawanya (otak saya yang paling penting) ke dalam temperatur yang sangat rendah, dan jika ada teknologi untuk benar-benar menghidupkan saya kembali, maka saya bisa kembali," jelas Aoki.

Dia mengatakan ibu dan saudara perempuannya tidak begitu antusias untuk membekukan diri seperti dia. "Ibu saya berusia 78 tahun. Saya ingin melihatnya hidup sampai 120 tahun. Saya ingin mengatakan, ‘Bu, kamu masih punya 50 tahun lagi’," ucap Aoki.

Kendati demikian, dia berharap dia bisa meyakinkan mereka sehingga dia tidak akan sendirian di masa depan jika rencananya berhasil. "Tapi sepertinya hal yang menyedihkan adalah, saya tidak ingin kembali dan seluruh keluarga saya pergi," jelas Aoki. 

"Itu sebabnya saya bertanya kepada seluruh keluarga saya, 'Setidaknya mari kita semua melakukannya bersama-sama'," tambah Aoki

Aoki pertama kali mengungkapkan keinginannya untuk dibekukan secara kriogenik pada tahun 2016 ketika dia memberi tahu Rolling Stone apa yang ia rasakan ketika sang ayah meninggal, hingga hal itu menginspirasinya untuk bertindak. 

"Dia mencengkeram tanganku erat-erat. Dia masih di sana, berjuang. Otaknya belum siap untuk mati," ujarnya.

SHARE