Tap to Phone, Pembayaran Seluler Baru Jarak Dekat - Male Indonesia
Tap to Phone, Pembayaran Seluler Baru Jarak Dekat
MALE ID | Works

Ketika pandemi telah mempopulerkan pembayaran cashless, beberapa perusahaan mulai berupaya merampingkan proses dan memberi pedagang teknologi yang lebih baik, seperti mengubah ponsel cerdas menjadi unit pemrosesan pembayaran. 

Photo by CardMapr on Unsplash

Mobile point-of-sale (mPOS) adalah penggunaan ponsel sebagai terminal POS untuk pemrosesan pembayaran, berbeda dengan terminal tetap tradisional. Ponsel cerdas yang diaktifkan dengan chip komunikasi jarak dekat (NFC) dapat memproses transaksi secara digital dengan mengetuk kartu atau telepon. Artinya di sini, ponsel nanti hanya ditempelkan ke alat pembayaran dan uang bisa langsung tertransfer untuk membayar (tap to phone).

Mengutip laman Paymentsdive, mPOS secara global diperkirakan akan tumbuh menjadi 32 juta unit pada tahun 2026 dari 20 juta tahun ini, naik 56%.Pedagang dan konsumen sama-sama mengadopsi pembayaran tanpa kontak untuk mencegah kemungkinan tertular COVID-19.

Banyak bisnis ingin "bertemu pelanggan di tepi jalan" dan memiliki terminal pembayaran genggam yang memiliki fitur pembayaran tap-to-pay yang "mendorong adopsi POS nirsentuh dan seluler.

Membantu UKM
mPOS diklaim akan membantu UKM yang ingin mengurangi biaya pembayaran digital karena memerlukan integrasi perangkat keras yang sangat rendah, tetapi hanya ada sedikit ruang lingkup yang mengarah pada pengurangan biaya pertukaran.

"Biaya rendah mPOS, integrasi perangkat keras yang rendah dan mobilitas akan menarik banyak usaha kecil dan menengah (UKM)," kata Sumit Varshney, wakil presiden penjualan dan pemasaran di OLS Payments.

Lebih dari 100 juta orang Amerika diperkirakan menggunakan pembayaran seluler jarak dekat, dibandingkan dengan 72 juta pada 2019, menurut laporan eMarketer. Laporan tersebut memperkirakan bahwa lebih dari satu dari dua pengguna ponsel pintar AS akan menjadi pengguna pembayaran seluler jarak dekat.

Visa meluncurkan uji coba pembayaran melalui tap to phone di AS dengan 50 pedagang di wilayah Washington, DC. Perusahaan berencana untuk memperluas percontohan ke kota-kota besar AS lainnya untuk membantu SMB menerima pembayaran digital. 

Sekitar 65% dari AS konsumen lebih suka menggunakan pembayaran nirsentuh pasca-vaksin, sementara 47% tidak akan berbelanja di toko yang tidak menawarkan cara pembayaran nirsentuh, kata Visa dalam laporan Januari 2021 lalu.

SHARE