Pentingnya Foreplay Saat Hubungan Intim - Male Indonesia
Pentingnya Foreplay Saat Hubungan Intim
MALE ID | Sex & Health

Pentingnya foreplay dalam sebuah hubungan ranjang harus benar-benar diketahui oleh pria. Pasalnya hubungan intim yang menyenangkan atau ideal yakni dapat menyeimbangkan hormon dalam tubuh.

pentingnya foreplay pixabay.com

Karena itu, dokter mengingatkan bahwa dalam melakukan hubungan seksual perlu adanya tahapan. "Tidak bisa langsung hajar," ujar Dr. Haekal Yassier Anshari, M, Biomed (AAM) dalam sesi wawancara di Jakarta, akhir September 2017.

Perlu diketahui, Foreplay adalah serangkaian tindakan intim, baik secara fisik maupun emosional, yang dimaksudkan untuk membangun gairah dan hasrat seksual demi aktivitas seksual. Foreplay merangsang seksualitas di antara pasangan yang terlibat, menurunkan kewaspadaan dan keinginan menahan diri, meningkatkan keintiman emosional antar pasangan, dan juga menunjukkan tingkat keterikatan dan kepercayaan tertentu antar satu sama lain.

Seringnya, foreplay digambarkan sebagai aktivitas yang difokuskan untuk merangsang vagina sebagai kepentingan membuat penetrasi jadi lebih nyaman, seperti petting (menggesekkan alat kelamin), bermesraan, masturbasi, stimulasi manual (fingering atau handjob) atau seks oral.

Maka dari itu, pria penting mengetahui apakah pasangan telah menerima rangsangan seksual atau belum. Saat rangsangan itu di terima pria bisa terlihat dari adanya ereksi. Sedangkan bagi wanita, tanda rangsangan telah diterima adalah adanya cairan atau lubrikasi di daerah Mis V.

"Disinilah pentingnya foreplay atau pemanasan, kalau langsung hajar, wanita bisa berdarah. Nah, kalau malah pertama wanita berdarah, berarti pengetahuan seks masih minim, pria biasanyakan tidak sabar, terus langsung hajar, berdarah jadinya," ujar dokter praktik di DH Aesthetic and Anti Aging Clinic ini.

Akibatnya, kata dia, wanita bisa mengalami trauma. Karena merasa hubungan seks yang tidak menyenangkan. Selain itu, tambah dia, fungsi seksual wanita juga ditentukan oleh pria meski umumnya wanita paling sering disalahkan jika tidak bergairah atau merasakan kenikmatan.

"“Padahal bisa jadi kesalahan pada suami, langsung dihajar, ereksi enggak keras, kalau tidak keras bagaimana wanita bisa terangsang dan mendapat kenikmatan,” tutur pria lulusan Master's degree of Anti Aging Medicine (Biomedical Science), Universitas Udayana, Bali ini. **

SHARE