Efek Sering Cek Gejala Gangguan Mental di Internet - Male Indonesia
Efek Sering Cek Gejala Gangguan Mental di Internet
MALE ID | Sex & Health

Pernahkah Anda merasa pusing dan tidak enak badan, lalu memutuskan mencari tahu gejala penyakit yang Anda alami di Google? Ada bermacam jawaban di Google, tapi Anda percaya satu. Kanker! Setelah googling, Anda merasa yakin sedang menderita kanker. Padahal, Anda belum pernah memeriksakan penyakit Anda ke dokter sama sekali.

Photo by Benjamin Dada on Unsplash

Kalau Anda pernah melakukannya, itu berarti Anda telah melakukan self-diagnose. Self-diagnose merupakan istilah yang digunakan ketika seseorang mendiagnosis penyakit yang sedang dialami berdasarkan pencarian informasi secara mandiri.

Ternyata, self-diagnose juga banyak dilakukan untuk memeriksa kesehatan mental. Prita Yulia Maharani, M.Psi., Psikolog, tim konselor dari aplikasi konseling Riliv mengatakan, banyak orang yang mencari tahu gejala kesehatan mental di internet, lalu percaya mentah-mentah bahwa mereka sedang mengalaminya. Padahal, apa yang ada di internet belum tentu sesuai dengan mereka.

Prita menambahkan bahwa sebenarnya kegiatan mencari tahu gejala kesehatan mental di internet tidak selalu salah. "Sebenarnya tidak apa-apa, kok mencari tahu gejala gangguan mental di Google. Tapi, jangan lupa cross-check. Caranya ya dengan mendatangi psikolog atau psikiater profesional untuk tahu lebih lanjut masalah kesehatan mental yang sedang dialami. Dari situ bisa ditentukan langkah yang bisa diambil selanjutnya."

Memang, self-diagnose terkait kesehatan mental memiliki beberapa bahaya yang mungkin tidak disadari. Tidak percaya? Berikut ini alasan mengapa Anda sebaiknya tidak melakukan self-diagnose.

Self-diagnose Hanya Membuat Anda Panik
Tahukah Anda, kalau manusia memiliki naluri untuk cenderung memikirkan kemungkinan terburuk yang bisa menimpanya? Itulah mengapa lebih mudah bagi Anda untuk mengasumsikan hal-hal buruk ketika melakukan self-diagnose.

Pada akhirnya, self-diagnose hanya akan membuat Anda mengalami kepanikan yang tidak seharusnya terjadi. Kalau saja Anda lebih memilih berkonsultasi ke psikolog, Anda tidak akan merasa panik. Sebab psikolog profesional bisa menjelaskan kondisi Anda dengan baik tanpa menimbulkan kepanikan dan kecemasan. 

Self-diagnose Membuat Penyakit atau Gangguan Sebenarnya Terabaikan
Gejala penyakit atau gangguan kesehatan mental yang belum tentu benar. Bisa saja Anda yakin sedang mengalami anxiety disorder, tetapi sebenarnya Anda mengalami depresi mayor. Bisa jadi pula kebalikannya atau bahkan bukan keduanya. 

Saat Anda melakukan self-diagnose, Anda jadi tidak tahu sebenarnya penyakit atau gangguan kesehatan mental apa yang sedang Anda alami. Anda hanya menduga-duga hal yang belum tentu kebenarannya. Hal ini merupakan masalah karena dengan begitu Anda jadi tidak bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Self-diagnose Bisa Memperparah Kondisi Kesehatan Mental Anda
Salah satu resiko dari melakukan self-diagnose adalah Anda justru dapat memperparah kondisi kesehatan mental Anda. Ini bisa terjadi karena Anda terlalu panik dan stres, tidak mengobati masalah kesehatan mental yang sedang Anda alami, atau bahkan mendapatkan pengobatan yang salah.

Setiap masalah kesehatan mental memiliki penanganan tersendiri. Ada yang bisa diatasi dengan terapi, ada pula yang membutuhkan obat-obatan tertentu. Kelemahan dari self-diagnose adalah Anda tidak benar-benar tahu penanganan yang tepat untuk masalah kesehatan mental Anda. Bisa jadi Anda salah langkah dengan menggunakan produk yang memiliki efek samping negatif. Bahaya, bukan?

Self-diagnose Bisa Membuat Anda Menyangkal Masalah Kesehatan Mental yang Sedang Dialami
Biasanya, seseorang akan menyimpulkan hal terburuk saat melakukan self-diagnose. Tetapi, ternyata hal kebalikannya juga berlaku. Tak jarang ada orang yang memilih untuk menyangkal gangguan kesehatan mental yang sedang dialami.

Mereka umumnya merasa masalah kesehatan mental yang ia alami tidak terlalu parah. Ia berpikir, ah, bukan hal penting, kok. Masalah ini tidak terlalu parah. Padahal, denial tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab bisa jadi masalah kesehatan mental yang dimiliki membutuhkan penanganan segera agar tidak semakin parah.

Terlalu Sering Self-diagnose akan Membuat Anda Enggan Berkonsultasi dengan Pakar
Setelah googling masalah kesehatan mental, Anda jadi merasa tidak perlu lagi untuk berkonsultasi ke psikolog. Sebab, Anda berpikir bahwa Anda bisa tahu gejala yang dialami tanpa bantuan ahli.

Jika terlalu sering dilakukan, self-diagnose bisa memunculkan trust issue kepada psikolog dan psikiater. Hal ini dapat terjadi karena Anda sudah terlalu percaya diagnosis yang Anda dapat dari internet. Anda jadi cenderung mempercayai internet, bukan para ahli.

SHARE