Ini Gejala Anda Mengidap Intoleransi Makanan - Male Indonesia
Ini Gejala Anda Mengidap Intoleransi Makanan
MALE ID | Sex & Health

Sama seperti penurunan berat badan dan penurunan lemak, intoleransi makanan dan alergi makanan terdengar seperti hal yang sama. Tetapi sebenarnya intoleransi makanan berbeda dengan alergi makanan.

Male IndonesiaPhoto:Fares Hamouche/unsplash.com

Alergi adalah sistem kekebalan tubuh bereaksi dan melawan bahan yang dianggap berbahaya. Sedangkan intoleransi makanan jauh lebih umum, yaitu respons dari sistem pencernaan ketika Anda makan atau minum sesuatu yang tidak dapat dipecah oleh tubuh Anda.

Intoleransi makanan bisa menyakitkan dan tidak nyaman, tetapi tidak berpotensi mengancam jiwa seperti alergi makanan. Berikut gejala umum intoleransi makanan pada tubuh Anda.

Kembung dan Buang Angin

Setelah makan besar, tinggi serat, sedikit kembung dan buang anging biasa terjadi. Tetapi ketika gejala-gejala ini menjadi tidak nyaman atau menyakitkan dan terjadi setiap kali Anda makan makanan tertentu, ini mungkin mengisyaratkan intoleransi makanan.

“Meskipun tidak terjadi pada semua orang, kembung dan buang angin sering kali merupakan tanda intoleransi laktosa, atau ketidakmampuan untuk sepenuhnya mencerna gula (laktosa) dalam produk susu sapi,” kata Niket Sonpal MD, ahli penyakit dalam dan gastroenterologi di New York City, dilansir dari Live Strong.

Intoleransi laktosa adalah jenis intoleransi yang paling umum. Jika intoleransi laktosa adalah penyebab kembung, Anda mungkin juga mengalami sakit perut atau diare beberapa jam setelah makan atau minum produk susu seperti susu, yogurt, keju, dan es krim.

Sakit Perut dan Diare

Biasanya disertai dengan (atau akibat) terlalu banyak kembung dan buanga angin, sakit perut adalah tanda khas lain dari intoleransi. Sakit perut bervariasi pada setiap orang. Tetapi jika disebabkan oleh intoleransi, biasanya terasa seperti kram di perut bagian tengah dan bawah.

Begitu juga ketika tubuh Anda tidak dapat mencerna atau memecah makanan tertentu, diare adalah efek samping yang khas. Itu adalah tanda umum bahwa Anda mungkin sensitif terhadap makanan yang baru saja Anda makan.

“Jika Anda sering mengalami diare setelah makan, Anda mungkin mengalami gangguan fungsi pencernaan terhadap makanan tertentu. Laktosa atau gluten bisa jadi penyebabnya, tapi itu bukan satu-satunya,” kata Dr Sonpal.

Sakit kepala

Meskipun mungkin terdengar mengejutkan, sakit kepala adalah tanda lain dari intoleransi makanan. Pada kasus yang parah, intoleransi makanan bahkan bisa memicu migrain.

Antibodi imunoglobulin G (IgG) adalah jenis antibodi yang paling umum dalam darah Anda. Menurut Dr Sonpal, ketika Anda memakan sesuatu yang tubuh Anda anggap sebagai ancaman, ia melepaskan antibodi ini ke dalam aliran darah. Meskipun tidak berlaku untuk semua orang, terkadang antibodi IgG dapat menyebabkan migrain dan sakit kepala.

Kelelahan

Pernahkah Anda makan sesuatu kemudian merasa sangat lesu atau lelah? Mungkin penurunan gula darah penyebabnya, namun terkadang perasaan lelah mungkin merupakan tanda intoleransi makanan.

Ketika Anda makan makanan yang tidak dapat diproses tubuh Anda, kelenjar adrenal Anda menghasilkan kortisol (hormon stres) untuk membantu melawan dan mengurangi iritasi dan peradangan. “Ini dapat menyebabkan kelelahan jika kelenjar adrenal Anda secara teratur memproduksi kortisol untuk melawan respons peradangan tubuh,” jelas Dr Sonpal.

Intoleransi yang paling umum, menurut Klinik Cleveland, biasanya terdapat pada 4 jenis makanan, yaitu laktosa (sejenis gula yang ditemukan dalam produk susu), gluten (protein yang ditemukan dalam gandum dan turunan biji-bijian), telur (terutama jika kuning telurnya utuh) dan kacang (intoleransi kacang biasanya tidak separah alergi kacang)

SHARE