Sulit Berkata Tidak, Bisa Jadi Anda People Pleaser - Male Indonesia
Sulit Berkata Tidak, Bisa Jadi Anda People Pleaser
MALE ID | Sex & Health

Berbuat baik kepada orang lain itu perlu. Namun, jika Anda lebih sering menyenangkan orang lain daripada menyenangkan diri Anda sendiri, Anda dapat dikatakan sebagai people pleaser.

Photo by James Sutton on Unsplash

Apa itu people pleaser? People pleaser adalah seseorang yang selalu berusaha untuk membuat orang lain senang, meskipun membuang-buang waktu atau energi yang dimilikinya.

“Biasanya, hal ini muncul karena kepercayaan diri yang rendah. Faktornya ada banyak, mulai dari trauma sampai orang tua yang menuntut anaknya untuk menjadi pribadi yang membanggakan,” jelas Ni Made Putri Ariyanti, M.Psi., Psikolog.

Psikolog dari aplikasi konsultasi psikologi Riliv tersebut menjelaskan lebih lanjut kalau people pleasing dapat memunculkan rasa frustrasi, karena orang-orang yang memanfaatkan people pleaser tidak menyadari pengorbanan yang diberikan. Selain sulit berkata tidak, inilah kebiasaan people pleaser.

Sering Meminta Maaf, Meski tidak Salah
Tiada hari berlalu tanpa Anda meminta maaf. Bahkan, Anda selalu siap untuk disalahkan, meskipun itu sebenarnya adalah kesalahan orang lain. Anda berpikir, lebih baik meminta maaf daripada mendapati orang lain memusuhi Anda, atau bahkan membenci Anda.

Memerlukan Validasi dari Orang Lain
Anda percaya kalau Anda hanya pantas disukai oleh seseorang kalau Anda telah memberikan semua yang Anda miliki kepadanya. Karena Anda takut akan penolakan, Anda pun berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan pujian dan persetujuan dari orang tersebut.

Merasa Bersalah Setelah Melakukan Sesuatu
Menjadi people pleaser artinya berkata “ya” pada setiap kesempatan, atau melakukan segala hal yang diminta orang lain terhadap Anda.

Misalnya, Anda tidak ingin pergi ke sebuah acara, tetapi Anda tetap datang. Akhirnya, Anda merasa bersalah karena membuang-buang waktu Anda, padahal Anda bisa mengisinya dengan me-time. 

Cara Berhenti Menjadi People Pleaser

Menolak dengan Sopan Ajakan Teman dan Berikan Alasan yang Jelas
Sebelum katakan "tidak mau", mungkin menjadi penting untuk perlu menyadari kondisi diri. Penting menyadari apa penyebab Anda ingin menyenangkan orang lain dan menetapkan batasan dengan mengetahui apa yang diinginkan dan tidak diinginkan, apa yang disuka dan tidak disuka.

Saat mengatakan tidak mau, perlu diberikan penjelasan namun jangan berlebihan. Untuk menghindari menyakiti perasaan orang lain, bisa diawali dengan pujian dan akhiri dengan terima kasih, seperti "Terima kasih sudah mengajak aku, sayangnya aku tidak bisa hadir, tapi lain kali beritahu aku ya."

Meminta Maaf dengan Sungguh-Sungguh
Jangan meminta maaf hanya karena Anda ingin merasa lebih baik mengenai diri Anda sendiri. Permintaan maaf tidak ada artinya kalau tidak sungguh-sungguh. Alih-alih mengatakan “maaf” saja, Anda dapat meminta maaf dengan:

“Maaf, saya janji tidak akan melakukannya lagi.”

“Maaf, saya merasa tidak enak sekali.”

“Maaf, saya malu terhadap diri saya sendiri.”

Temukan Validasi dari Diri Anda
Berhentilah mencari validasi dan apresiasi dari orang lain, karena Anda hanya perlu menemukannya dari dalam diri Anda sendiri. Lakukan aktivitas yang membuat Anda  merasa senang karena mencapai sesuatu. 

Bersenang-senanglah bersama teman-teman Anda tanpa harus melakukan sesuatu untuk mereka. Yang terpenting, nikmati kebahagiaan yang Anda rasakan tanpa merasa bersalah. Kalau Anda merasa senang, Anda tidak perlu menyenangkan orang lain.

SHARE