Efek Google Sebabkan Pengalaman Hidup Berkurang - Male Indonesia
Efek Google Sebabkan Pengalaman Hidup Berkurang
MALE ID | Digital Life

Efek Google dapat diartikan sebagai mekanisme yang membantu. Lewat mesin pencari Google yang memfasilitasi akses ke berbagai informasi, kita bisa mendapatkan banyak hal dengan mudah.

Male Indonesia Photo:firmbee com/unsplash.com

Namun ini menggambarkan fenomena aneh karena kinerja memori orang menjadi lebih buruk akibat informasi yang mudah diakses daripada informasi yang butuh lebih banyak upaya untuk memperolehnya.

Bukti ilmiah tentang efek Google diberikan oleh serangkaian studi penelitian. Melansir Psychology Today, dalam suatu eksperimen, mengharuskan peserta membaca dan mengetik fakta umum seperti “mata burung unta lebih besar dari otaknya”. Separuh dari peserta diberitahu bahwa semua fakta akan disimpan di komputer, separuh lainnya tidak menggunakan komputer.

Semua peserta kemudian menyelesaikan tes memori yang memeriksa ingatan mereka tentang hal-hal sepele dalam percobaan. Ternyata peserta paruh kedua, yang tidak mengandalkan komputer untuk menyimpan informasi, mengungguli yang lain. Ini membuktikan, peserta pertama tidak merasa perlu mengingat hal-hal sepele percobaan karena mereka berharap bisa mencarinya di komputer saat diperlukan.

Risiko Efek Google

Efek Google adalah mekanisme adaptif yang mencegah otak kita dijejali dengan informasi yang tidak perlu. Mungkin karena kita tidak ingin menyimpan fakta atau angka-angka yang rumit dalam memori kita. Sehingga bisa mengandalkan smartphone atau komputer.

Mungkinkah efek Google benar-benar membantu kita memprioritaskan informasi yang benar-benar layak diingat? Beberapa sarjana setuju dengan pernyataan ini dan menyoroti bahwa kita berkembang menjadi lebih efisien dalam lingkungan komputerisasi kita. Namun, yang lain menunjukkan risiko berbeda yang ditimbulkan oleh ketergantungan berlebihan pada Google dan teknologi terkait.

Risiko pertama yakni ketergantungan. Prasyarat untuk mengandalkan bantuan memori teknis adalah ketersediaan terus-menerus dari bantuan ini. Akibatnya orang mungkin merasa perlu untuk terus terhubung dengan gadget mereka. Perasaan “terhubung” itu dapat berkontribusi pada stres dan kecemasan jika tidak melihat informasi online dalam sehari.

Selain itu, ketergantungan pada teknologi mungkin memiliki efek samping lain yang tidak terduga. Beberapa orang mungkin sangat bergantung pada gadget. Namun kerusakan perangkat lunak itu bisa saja terjadi sehingga dapat menghancurkan informasi yang tersimpan di gadget. Bahkan banyak pula orang yang menyimpan data sensitif atau kata sandi rahasia di gadget dan komputer mereka tanpa mengenali risiko umum yang berkaitan dengan keamanan online.

Risiko kedua, kehilangan pengalaman hidup yang utuh. Ini mengacu pada potensi mengurangi kualitas hidup kita. Hanya melihat sekilas informasi online dapat menyebabkan orang kehilangan pesan yang lebih bernuansa yang terkandung dalam suatu informasi.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa efek Google juga dapat diterapkan pada informasi dalam bentuk gambar. Studi ini melibatkan peserta saat tur museum. Peserta dibagi dua kelompok. Kelompok pertama mengambil foto semua objek museum. Kelompok kedua berjalan melalui museum tanpa sarana untuk merekam pengalaman mereka.

Setelah itu, kedua kelompok diuji ingatannya tentang barang-barang museum yang ditemui selama tur. Kelompok dengan memori digital dalam bentuk foto mengingat detail secara signifikan lebih sedikit daripada kelompok tanpa kamera. Dengan demikian tampak bahwa menggunakan foto untuk membantu ingatan dapat memengaruhi pengalaman orang tentang dunia di sekitar mereka.

Mengingat risiko yang terkait dengan ketergantungan yang berlebihan pada informasi yang mudah diakses, maka Anda mungkin merasa perlu untuk mengatasi efek Google dan mengurangi ketergantungannya. Ini agar daya ingat Anda jangan sampai lemah di era teknologi modern ini.

SHARE