Modus Kecurangan Memalukan dalam Sejarah Olimpiade - Male Indonesia
Modus Kecurangan Memalukan dalam Sejarah Olimpiade
MALE ID | Sport & Hobby

Meskipun sepanjang sejarah Olimpiade memiliki beragam tradisi, mungkin salah satu tradisi yang bertahan lama adalah modus kecurangan yang dilakukan dengan berbagai cara. Pasalnya, sejak zaman kuno atlet sering mengabaikan aturan untuk mengejar kemenangan. Berikut ini beberapa modus kecurangan memalukan yang menodai Olimpiade.

Male IndonesiaPhoto: bende 12/pixabay.com

Kecurangan Kaisar Nero

Melansir Britannica, Olimpiade pada awalnya dilakukan secara tradisional dan terbatas pada orang Yunani. Pada Olimpiade 67 M, Kaisar Romawi Nero diduga sering menggunakan suap. Mungkin ini cara dia untuk bersaing. Contoh paling mencolok Nero menyuap terjadi dalam perlombaan kereta empat kuda, di mana dia bersaing dengan 10 kereta kuda lainnya. Menurut beberapa laporan, dia jatuh dari kereta dan tidak menyelesaikan acara. Meski demikian, panitia lomba tetap menobatkannya sebagai pemenang.

Pelari Menumpang Mobil

Dalam maraton Olimpiade 1904 di St. Louis, Missouri, jalur lintasannya cukup sulit dilaluo atlet. Selain bukit terjal, lalu lintas, dan anjing liar yang berkeliaran, para pelari juga harus menghadapi suhu dan kelembapan yang melonjak.

Mungkin karena itulah, pelari Amerika Fred Lorz memutuskan untuk beristirahat setelah menyelesaikan 9 mil (14,5 km). Dia kemudian mencari tumpangan untuk rute berikutnya (17,7 km). Ketika mobil yang ditumpanginya diduga mogok, Lorz kembali berlari dan memenangkan acara tersebut. Namun, kecurangannya segera diketahui panitia lomba.

Modifikasi Pedang Anggar

Saat Olimpiade Montreal 1976 dibuka, atlet Ukraina Boris Onishchenko adalah favorit untuk medali di pentathlon. Sebagai pemain anggar ulung, ia diperkirakan tidak akan mengalami kesulitan dalam pertandingan tersebut.

Namun, masalah dimulai ketika tim Inggris mencatat bahwa dia telah diberikan poin meskipun dia gagal menyentuh lawannya. Akhirnya ditemukan bahwa pedangnya telah dimodifikasi, memungkinkan Onishchenko menekan tombol untuk merekam pukulan secara salah. Setelah kemenangannya dibatalkan, Onishchenko dikeluarkan dari Olimpiade.

Penggunaan Steroid

Pelari cepat Amerika Marion Jones adalah wanita peraih emas Olimpiade 2000 di Sydney. Dia menjadi wanita pertama yang memenangkan lima medali pada Olimpiade tersebut. Tapi citranya segera ternoda. Dia dituduh menggunakan steroid.

Bahkan pada tahun 2003 dia terlibat dalam penyelidikan federal yang melibatkan distribusi steroid ilegal oleh laboratorium bernama BALCO. Jones membantah klaim tersebut, tetapi pada tahun 2007 dia mengaku bersalah karena berbohong kepada penyelidik federal tentang penggunaan narkoba dan mengaku telah menggunakan steroid. Semua prestasinya sejak tahun 2000, termasuk gelar Olimpiadenya, dianulir. Dia kemudian menjalani hukuman enam bulan penjara.

Beberapa tahun sebelumnya, sprinter Kanada Ben Johnson memenangkan medali emas dalam lari cepat 100 meter di Olimpiade Seoul 1988. Ben Johnson mencapai finis dalam 9,79 detik. Namun Johnson kemudian dites positif menggunakan stanozolol, steriod anabolik. Medalinya dicabut beberapa hari kemudian.

Kuda Memakai Capsaicin

Manusia bukan satu-satunya yang diuji untuk obat-obatan terlarang di Olimpiade. Kuda yang bersaing dalam lomba berkuda juga diperiksa. Pada Olimpiade 2008 di Beijing, kuda Camiro yang ditunggangi Tony André Hansen dari Norwegia, dinyatakan positif mengandung capsaicin.

Meskipun umumnya digunakan untuk luka ringan dalam salep topikal yang terbuat dari cabai, capsaicin bisa menjadi stimulan dan masuk dalam daftar zat yang dilarang dalam Olimpiade.

Hansen dan Camiro telah memenangkan perunggu dalam acara show-jumping tetapi medalinya dicabut.

SHARE