Ini Artinya Jika Telapak Tangan Sering Dingin - Male Indonesia
Ini Artinya Jika Telapak Tangan Sering Dingin
MALE ID | Sex & Health

Jika telapak tangan Anda sering terasa dingin, ini bisa disebabkan oleh faktor usia, tipe tubuh, atau bisa juga karena sesuatu yang lebih serius. Bahkan meskipun di musim panas, masih juga dingin, maka Anda tidak sendirian. Banyak orang mengalami demam sepanjang musim, karena sejumlah penyebab, mulai dari genetika, kecenderungan turun-temurun dalam keluarga, hingga penyakit kronis.

Male IndonesiaPhoto:Ben White /unsplash.com

Alasan umum telapak tangan dingin dikarenakan bertambahnya usia (metabolisme tubuh menjadi lebih lambat) dan kurus (lebih sedikit otot dan lemak untuk isolasi). Bagi sebagian orang, perubahan gaya hidup dapat membantu mengatasi masalah ini. Di antaranya seperti menghindari nikotin dan kafein yang menyempitkan pembuluh darah, serta berolahraga secara teratur untuk meningkatkan sirkulasi.

Untuk perbaikan instan, cobalah melompat-lompat di tempat, menggosok-gosok telapak tangan tangan atau hanya mengenakan pakaian yang lebih hangat. Namun, jika tangan Anda sering kedinginan atau mati rasa, sebaiknya temui dokter untuk menyingkirkan penyebab yang lebih serius.

Tangan dingin adalah salah satu gejala anemia dan hipotiroidisme. Diabetes, yang mengurangi sirkulasi darah, juga dapat memicunya. Demikian pula jika jantung Anda lemah karena penyakit jantung, tubuh Anda mungkin memprioritaskan pengiriman darah ke inti tubuh Anda daripada ke anggota tubuh Anda.

 
 
Bagi kebanyakan orang, telapak tangan dingin adalah tanda mereka memiliki kondisi yang sebagian besar tidak berbahaya, yang disebut penyakit Raynaud. Ketika salah satu dari kita keluar dalam cuaca dingin, tubuh kita mengaktifkan otot-otot di pembuluh darah terkecil kita untuk membuatnya lebih kecil. Ini mekanisme bertahan hidup untuk menjaga sirkulasi darah. Maka dengan demikian suhu akan lebih hangat di inti tubuh kita. Bagi orang-orang dengan Raynaud, reaksi ini terlalu kuat, sehingga terlalu sedikit darah yang mengalir ke jari-jari mereka.

Melansir Reader's Digest, adalah Maurice Raynaud, dokter Prancis yang pertama kali menemukan kondisi tersebut pada pertengahan tahun 1800-an. Ketika itu penyakit Raynaud sangat umum. Dr John Osborne, direktur State of the Heart Cardiology di Dallas, Texas, mengatakan penyakit ini mempengaruhi antara 4-20 persen orang di seluruh dunia.

Salah satu karakteristik penting penyakit ini adalah jari berubah warna. “Mereka menyebutnya bendera Prancis,” kata Osborne. Jari-jari menjadi putih karena aliran darah terhambat, kemudian biru karena kekurangan oksigen, dan merah lagi karena darah kembali ke jari-jari. Timbulnya gejala dapat disebabkan oleh udara musim dingin, ruang yang terlalu ber-AC di musim panas, atau bahkan hanya mengambil minuman/makanan beku di kulkas.

Dibandingkan pria, Raynaud lebih sering terjadi pada wanita. Gejalanya sering berkembang sebelum usia 30 tahun. Itu bisa menjadi masalah mendasar. Bisa menjadi masalah kecil seperti radang dingin, atau bisa menjadi tanda kondisi autoimun yang lebih serius seperti lupus.

Serangan Raynaud yang langka dan lebih parah mempengaruhi satu dari 1.000 orang. Dalam kasus ini, darah dapat tersumbat sepenuhnya, menyebabkan luka di tangan. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan gangren atau bahkan amputasi (jarang terjadi). Untungnya, ada obat efektif untuk kasus ini yang membantu meningkatkan aliran darah, seperti losartan (biasanya digunakan untuk tekanan darah tinggi) dan sildenafil yang sering diresepkan untuk disfungsi ereksi. Atau pilihan topikal, seperti krim nitrogliserin yang meningkatkan aliran darah juga dapat membantu.

SHARE