Perspektif Anggaran Perang AS di Afghanistan - Male Indonesia
Perspektif Anggaran Perang AS di Afghanistan
MALE ID | Story

Amerika Serikat (AS) menginvasi Afghanistan pada akhir 2001 untuk menghancurkan al-Qaida, menyingkirkan Taliban dari kekuasaan dan membentuk kembali negara itu. Namun pada 30 Agustus 2021, AS menyelesaikan penarikan pasukan dari Afghanistan, memberikan tanda yang tidak pasti dalam dua dekade konflik.

Male IndonesiaPhoto: Chuanchai Pundej/unsplash.com

Selama 11 tahun terakhir, Neta C Crawford dari Universitas Boston mengikuti dengan cermat konflik pasca-9 September hingga kini. Inisiatif ini dibantu lebih dari 50 sarjana, dokter, pakar hukum dan Hak Asasi Manusia untuk memberikan penjelasan tentang korban manusia dan anggaran perang militer AS di Afghanistan. Setidaknya mereka dapat membantu menempatkan perang ini dalam perspektif.

Melansir The Conversation, Dewan Perwakilan Rakyat AS Pada 18 September 2001, memberikan suara 420-1 dan Senat 98-0 untuk mengizinkan Amerika Serikat berperang, tidak hanya di Afghanistan, tetapi juga terhadap “mereka yang bertanggung jawab atas serangan baru-baru ini diluncurkan terhadap Amerika Serikat”. Perwakilan AS Barbara Lee dari California satu-satunya suara yang menentang perang.

Afghanistan bukanlah perang terpanjang AS. Karena AS belum secara resmi mengakhiri Perang Korea. Juga operasi AS di Vietnam, yang dimulai pertengahan 1950-an, termasuk perang yang diumumkan dari tahun 1965-1975, juga menyaingi Afghanistan dalam jangka panjang.

Beberapa minggu setelah 20 September 2001, AS mulai membom Afghanistan. Taliban menyerah di Kandahar pada 9 Desember 2001. AS memerangi mereka lagi pada Maret 2002. Perang global melawan teror tidak terbatas pada operasi di Irak dan Afghanistan. AS sekarang memiliki operasi kontraterorisme di 85 negara.

Korban Tentara

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, ada 980.000 veteran perang AS selama di Afghanistan AS. Hingga pertengahan Agustus 2021, sebanyak 20.722 anggota militer AS terluka dalam aksi di Afghanistan, tidak termasuk 18 orang yang terluka dalam serangan ISIS di luar bandara di Kabul pada 26 Agustus 2021.

Secara keseluruhan, 2.455 tentara AS tewas dalam Perang Afghanistan. Ini termasuk 13 tentara AS yang tewas oleh ISIS dalam serangan bandara Kabul 26 Agustus 2021.

AS telah membayar US$100.000 dalam persentase kematian kepada para penyintas dari setiap anggota layanan yang tewas dalam perang Afghanistan, dengan total US$245,5 juta.

Biaya Keuangan

Tentang anggaran federal, Kongres AS telah mengalokasikan sedikit lebih dari $1 triliun kepada Departemen Pertahanan AS untuk perang Afghanistan. Tapi banyak pihak mengatakan, perang Afghanistan telah menelan biaya lebih dari itu.

Termasuk pengeluaran Departemen Pertahanan, lebih dari $2,3 triliun telah dihabiskan sejauh ini, termasuk peningkatan anggaran militer pangkalan Pentagon karena pertempuran, pengeluaran Departemen Luar Negeri untuk merekonstruksi dan mendemokratisasikan Afghanistan dan melatih militernya, bunga pinjaman untuk membayar perang, serta pengeluaran dalam mengurus veteran.

Total biaya sejauh ini untuk semua kecacatan dan biaya perawatan medis veteran perang pasca-9 September hingga tahun fiskal 2022 adalah sekitar $465 miliar. Ini tidak termasuk biaya masa depan dari semua biaya medis dan kecacatan veteran pasca-9 September. Perawatan, menurut Linda Bilmes, sarjana Universitas Harvard, kemungkinan akan bertambah sekitar $ 2 triliun untuk keseluruhan biaya perawatan veteran perang Irak dan Afghanistan antara sekarang sampai tahun 2050.

SHARE