Travis Barker dan Traumatiknya Naik Pesawat - Male Indonesia
Travis Barker dan Traumatiknya Naik Pesawat
MALE ID | News

Travis Barker, sebagian besar penggemar musik rock sudah pasti akan mengenal namanya. Kini  ia kembali memberanikan diri bepergian naik pesawat terbang. Ini menandai pertama kalinya pria 45 tahun tersebut terbang pascakecelakaan pesawat yang dia alami pada 2008.

Photo: Bruitnoir/Wikipedia

Kecelakaan belasan tahun silam menyebabkan penabuh drum grup musik Blink-182 itu mengalami luka kritis. Insiden tersebut juga menewaskan dua pilot pesawat dan membuat dua dari empat penumpangnya tewas seketika.

Barker harus menjalani perawatan selama 11 pekan di rumah sakit, termasuk 26 operasi dan cangkok kulit. Sejak itu, sang musisi bertekad tidak mau terbang. Trauma mendalam juga berpengaruh untuk karier bermusiknya.

Dia tidak bergabung dengan Blink-182 saat tur band di Australia pada 2013 karena takut terbang. Meskipun, pada 2011 Barker sempat mempertimbangkan hipnoterapi agar bisa bepergian naik pesawat terbang lagi.

Pada 2016, Blink-182 merencanakan tur Eropa naik kapal laut demi menghindari terbang. Sekarang, Barker sudah berhasil mengobati traumanya. Awal tahun silam, dia mengatakan siap untuk naik pesawat.

Kini itu sudah terbukti karena pada Sabtu (14/8/2021) lalu, Barker terbang dari Los Angeles, Amerika Serikat, menuju Cabo di Meksiko. Dia bepergian bersama sang kekasih, Kourtney Kardashian.

Seorang sumber mengatakan, keputusan Barker itu merupakan hal besar dalam hidupnya. Pasalnya, kecelakaan pesawat yang dia alami bertahun-tahun lalu meninggalkan trauma mendalam. Dia butuh banyak bantuan untuk pulih.

"Kourtney sangat mendukung. Dia tidak pernah mendesaknya untuk terbang. Selama ini mereka melakukan perjalanan di AS tanpa harus terbang dan Kourtney baik-baik saja dengan itu," kata sumber tersebut.

Awal 2021, Barker sempat berbagi ketakutannya atas pengalaman mencekam tersebut. Setiap kali melihat pesawat terbang sedang mengudara di langit, dia selalu merasa pesawat akan jatuh dan tidak ingin melihatnya.

Jika Barker berada di dekat pesawat secara fisik, dia merasa lebih lekat dengan hal-hal buruk daripada hal-hal baik. Dia seolah melihat lagi insiden mengerikan yang selalu menghantuinya.

"Saya merasa lebih dekat dengan pengalaman mencoba melarikan diri, mengalami kecelakaan dan terbakar, mencoba menolong teman-teman saya dari pesawat dengan api berkobar," ungkapnya, dikutip dari laman NME.

SHARE