Babushka Lady, Sosok Misterius di Penembakan JFK - Male Indonesia
Babushka Lady, Sosok Misterius di Penembakan JFK
MALE ID | Story

Istilah Babushka Lady barangkali masih terasa asing di telinga masyarakat, bahkan bisa jadi Anda juga termasuk di antaranya. Akan tetapi, bagaimana jika istilah itu dikaitkan dengan insiden penembakan John F. Kennedy, Presiden Amerika Serikat di Texas pada 22 November 1963 silam?

Male IndonesiaPhoto by Maurício Mascaro from Pexels

Kami yakin Anda sudah mulai paham. Ya, Babushka Lady dianggap oleh sejumlah pihak sebagai saksi kunci dalam kasus penembakan yang dilakukan Lee Harvey Oswald tersebut. Sayang, sampai hari ini informasi mengenai keberadaan sang wanita masih simpang siur.

Sosoknya mulai hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat setelah muncul rekaman video dari warga Amerika Serikat bernama Abraham Zapruder. Ia bermaksud mengabadikan acara penyambutan Presiden John F. Kennedy serta memotret sejumlah gambar di Dealey Plaza.

Di antara foto yang berhasil diambil Abraham, terlihat seorang wanita berdiri pada posisi tidak jauh dari iringan mobil Presiden sembari menggenggam kamera dan terus merekam detik-detik penembakan. Wanita ini kemudian memperoleh julukan Babushka Lady, lantaran mengenakan penutup kepala. Babushka diambil dari bahasa Rusia yang artinya nenek atau perempuan tua.

Bahkan setelah Presiden Kennedy jatuh tertembak, ia masih terus merekam kejadian sebelum akhirnya bergabung di antara kerumunan massa yang panik dan berjalan ke arah timur. Itulah kali terakhir sosoknya diketahui publik.

Tak butuh waktu lama, Federal Bureau of Investigation (FBI) langsung bergerak mencari identitas sang wanita. Mereka mendatangi setiap tempat cetak foto di Texas untuk menanyakan apakah ada wanita mencetak foto dengan sudut pengambilan gambar yang diambil olehnya. FBI berharap, foto tersebut bisa menjadi barang bukti demi membongkar insiden pembunuhan Kennedy.

Perlahan tapi pasti mereka mendapatkan titik terang. Teknisi Kodak bernama Jack Harrison mengatakan, pada tanggal 22 November 1963 (hari insiden penembakan) ada seorang wanita berambut merah berusia kisaran 30 tahun mencetak foto di tempatnya. Meski demikian, foto yang dihasilkan agak kabur dan tidak jelas.

Menginjak bulan November 1970, wanita bernama Beverly Oliver mengaku kepada J. Gary Shaw, penyidik kasus pembunuhan terkenal di Amerika bahwa dirinya-lah sosok yang selama ini dicari FBI. Saat kejadian, dirinya berprofesi sebagai penyanyi sekaligus penari di Colony Club.

Pihak FBI enggan berkomentar terhadap pengakuan yang dibuat Beverly. Di satu sisi, tidak ada seorang pun saksi yang dapat menunjukkan ia berada di tempat lain saat kejadian. Ditambah lagi Babushka Lady di foto terlihat berdiri dengan posisi kurang ideal karena memang kaki kiri Beverly menderita cacat.

Sementara fakta yang melemahkan yaitu Beverly bersaksi mengambil gambar menggunakan kamera Yashika Super 8 pada penembakan Kennedy di tahun 1963. Padahal, kamera tersebut baru dipasarkan di Negeri Paman Sam empat tahun setelahnya. Pertanyaan besar pun timbul. Benarkah Beverly Oliver merupakan Babushka Lady? Atau cuma kebohongan semata dan berusaha meraih keuntungan pribadi di balik kasus ini? Entahlah. Rasanya hanya waktu yang bisa menjawabnya.

SHARE