Pro Vercelli, Peraih Pertama Scudetto di Serie A - Male Indonesia
Pro Vercelli, Peraih Pertama Scudetto di Serie A
MALE ID | Story

Bila dibandingkan klub-klub besar Serie A seperti Juventus, AC Milan dan Inter Milan, banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa Pro Vercelli pernah menjadi klub pertama Italia yang meraih gelar Scudetto. Wajar saja, penguasa pertama di kancah Serie A ini sudah tenggelam ke dalam kasta terbawah kompetisi sepakbola dan berada di divisi amatir. Jauh dari hiruk-pikuk gemerlapnya Lega Calcio.

Male IndonesiaImage by Pexels from Pixabay/Ilustrasi 

Perjalanan Pro Vercelli sebagai klub pertama Italia yang meraih Scudetto Serie A dimulai pada tahun 1892. Pada saat itu, seorang guru bernama Domenico Luppi membentuk sebuah klub dan diberi nama Societa Ginnastica Pro Vercelli. Awalnya, tujuan pembuatan klub untuk permainan anggar dan senam.

Tahun 1903, pemain anggar Marcello Bertinetti membangun tim sepakbola US Pro Vercelli Calcio yang dinaungi Societta Ginnastica Pro Vercelli. Tak perlu waktu lama, dua pemain Pietro Leone, Giuseppe Milano dan Guido Ara bergabung. Ara pernah memberikan pernyataan yang cukup fenomenal ketika ditanyai eksekutif klub Pro Vercelli perihal motifnya bergabung. Jawabannya sangat tegas, 'untuk menjadi juara Italia'.

Pro Vercelli mengawali perjalanannya dari bawah. Mereka resmi memainkan pertandingan resmi pertama pada tanggal 3 Agustus 1903, melawaan Forza e Constanza. Melalui pertandingan ini, nama Guido Ara dinobatkan sebagai the rising star pertama di kancah sepakbola negeri pizza. Teknik dribbling dan passing yang menawan membuatnya dijuluki L'elegante Guido.

Mereka merangsek ke divisi utama di tahun 1907. Perlu dicatat, prestasi Pro Vercelli diperoleh dari perjuangan para pemain secara sukarela. Artinya, para pemain tidak digaji. Meski demikian, bermain tanpa paksaan justru membuat Pro Vercelli ditahbiskan sebagai klub pertama Italia yang merengkuh Scudetto, pada tahun 1908 dan 1909.

Upaya meraih gelar ketiga secara beruntun di tahun 1910 dikacaukan oleh Inter setelah Federasi Sepakbola Italia, FIGC memutuskan mengubah aturan penetapan juara melalui playoff bila kedua kesebelasan mempunyai poin sama di akhir kompetisi. Baik Pro Vercelli serta Inter terlibat dalam playoff ini, dimana kedua tim harus bertarung.

Akan tetapi, tanggal yang dipilih FIGC menuai protes keras dari tifosi. Pasalnya, sebagian pemain tim ini sudah membuat janji lebih dulu bermain di sebuah ajang militer di Roma. Akibatnya, Pro Vercelli terpaksa menurunkan tim lapis keempat mereka dan harus kalah dari Inter dengan skor 10-3.

Seolah dendam diperlakukan tidak adil, mereka menebus kegagalan di musim berikutnya dan merebut gelar Scudetto dari tangan Inter. Kemarahan mereka terus membara hingga menyabet gelar bergengsi ini tiga kali berturut-turut (1910-1913) dan menjuarai kembali di musim 1920/1921.

Sangat disayangkan, perubahan sistem di Liga Italia yang beralih menjadi liga profesional dan dihuni tim-tim kaya membuat klub berdana minim seperti Pro Vercelli harus menghadapi fakta bahwa mereka tersisihkan dan turun kasta ke Serie B. Hal ini terus berlanjut dimana mereka merosot ke divisi amatir seiring kebangkrutan The Leonis. Namanya tenggelam dan mulai dilupakan publik pecinta sepakbola sebagai kesebelasan yang pernah ditakuti di kancah Serie A selama 14 tahun. Hingga saat ini, mereka selalu gagal menapaki panggung termegah di tanah Italia.

SHARE