Prospek Pembayaran Digital Mengarah Signifikan - Male Indonesia
Prospek Pembayaran Digital Mengarah Signifikan
MALE ID | Digital Life

Pendekatan customer-centric membuat bisnis dan institusi yang terlibat di dalamnya fokus mempelajari perilaku pelanggan. Kini uang dan cara pembayaran menjadi tidak lebih dari kenyamanan.

Male IndonesiaPhoto:Pixabay

Tentu saja, orang akan memercayai lembaga keuangan dengan paket layanan pelanggan dan keamanan data yang baik. Di sisi lain, masyarakat dunia dengan beragam kesibukannya menginginkan proses transaksi yang lebih cepat. Di tambah lagi, krisis COVID-19 mendorong lebih banyak perubahan terkait transaksi dan bisnis.

Dengan memanfaatkan teknologi, kini banyak industri jasa keuangan telah menciptakan perspektif  baru berupa sistem yang dibangun guna menjalankan mekanisme transaksi keuangan yang spesifik. Salah satunya financial technology (fintech) sebagai arah inovasi pembayaran digital untuk mempercepat dan memudahkan aspek layanan keuangan yang disediakan masing-masing perusahaan jasa keuangan tersebut.

Melansir FinTech Weekly, prospek pembayaran digital arahnya semakin signifikan, tumbuh pesat dan populer karena kecenderungan berikut ini.

Pengalaman Konsumen

Sekitar 46% konsumen saat ini menggunakan saluran digital secara eksklusif untuk perbankan pribadi mereka. Tahun 2020 misalnya, 90% pengguna smartphone melakukan pembayaran mobile, dan 60% konsumen ingin menggunakan lembaga keuangan yang menyediakan satu platform, seperti media sosial atau aplikasi mobile banking.

Pelanggan saat ini menuntut proses pembayaran yang cepat dan lancar ketika mereka ingin membuat kesepakatan dengan perusahaan produk atau layanan apa pun. Di sinilah para penyedia layanan harus mampu membuat transaksi pembayaran yang terintegrasi dengan aplikasi produk belanja dan layanan komunikasi untuk menyederhanakan proses transaksi.

Kecerdasan pelanggan menjadi peran utama dalam pertumbuhan pendapatan dan menentukan profitabilitas bisnis. Ini mendorong penyedia layanan keuangan memastikan interaksi pelanggan secara real-time, memberi mereka daftar rekomendasi produk berbasis wawasan artificial intelligence (AI), dan kemampuan untuk membayar melalui integrasi aplikasi.

AI juga unggul dalam penilaian kredit, membantu penyedia untuk menentukan kelayakan kredit klien dan kondisi optimal untuk paket pribadi. Layanan dan pengalaman penyedia yang lebih baik mendorong semakin banyak pelanggan untuk beralih kepada penyedia yang menawarkan lebih banyak kenyamanan dan nilai.

Layanan Keuangan Satu Tempat

Selain peningkatan berbagai jenis pembayaran, opsi layanan yang berbeda berkumpul di “satu tempat” juga diminati pelanggan. Salah satu contoh dari solusi tersebut adalah aplikasi alternatif perbankan yang mendukung beberapa opsi pembayaran, transfer uang internasional multi-mata uang, dan alat untuk manajemen keuangan pribadi.

Sebut saja misalnya aplikasi Curve Card yang memungkinkan pengguna untuk mengelola semua rekening perbankan mereka dari satu tempat hanya dengan menambahkan semua kartu yang mereka miliki ke aplikasi Curve. Pengguna terus menerima manfaat dari program loyalitas bank mereka sambil menikmati bonus aplikasi terlebih dahulu.

Ekonomi Tanpa Uang Tunai

Tren masyarakat tanpa uang tunai tampaknya semakin meluas akibat krisis Covid-19. Pembayaran digital sekarang sudah menjadi komoditas. Dibandingkan tahun 2008, fintech dan sistem pembayaran digital lainnya seperti dompet digital (e-wallet) kini lebih mandiri dan lebih siap memenuhi permintaan transaksi non-tunai.

Krisis pandemi virus corona seakan mempercepat adopsi konsep masyarakat tanpa uang tunai dalam melakukan transaksi ekonomi tanpa kontak fisik langsung. Tak pelak, kalangan orang tua, profesional, mahasiswa bahkan masyarakat berpenghasilan rendah dan mereka yang kurang berpendidikan pun kini semakin tertarik beradaptasi dengan pembayaran digital, khususnya layanan yang menawarkan beragam opsi produk. Ini membuat kecenderungan perubahan signifikan ke arah masa depan tanpa uang tunai kemungkinan menjadi keniscayaan.

SHARE