Sinyal Ketidakdewasaan Emosional dalam Hubungan - Male Indonesia
Sinyal Ketidakdewasaan Emosional dalam Hubungan
MALE ID | Relationships

Salah satu alasan dari hubungan yang tidak bahagia adalah ketidakdewasaan emosional pada salah satu atau kedua pasangan. Awalnya ini mungkin seperti masalah kecil, tetapi bukan tidak mungkin nantinya menjadi masalah besar.

Male IndonesiaPhoto:Rayul/unsplash.com

Ketidakdewasaan dalam hubungan biasanya menimbulkan rasa gelisah dan penderitaan emosional. Mungkin Anda dan pasangan pernah mengalaminya. Tetapi akan lebih ringan masalahnya jika kita tahu apa yang harus dilakukan. Karena itu, dilansir dari Bright Side, berikut ini beberapa sinyal ketidakdewasaan emosional dalam hubungan asmara yang perlu Anda perhatikan.

Kepastian Kosong

Menurut psikolog Nick Wignall, jatuh cinta adalah perasaan yang luar biasa. Karena itu, kita mestinya cenderung fokus pada hal-hal baik dan mengabaikan tanda bahaya. Salah satu yang paling jelas adalah ketika Anda melihat pasangan Anda mengatakan sesuatu tetapi tidak benar-benar bersungguh-sungguh. Ini tanda yang sangat jelas dari ketidakdewasaan emosional.

Meskipun kadang-kadang wajar dan sangat normal untuk meminta atau membutuhkan kepastian, namun itu bisa menjadi masalah jika terjadi terus-menerus. Karena sesuatu yang tidak bersungguh-sungguh akan terlihat seperti kepastian kosong. Anda harus bisa melihat tanda-tanda peringatan ini sejak awal.

Kurang Kepekaan

Kita sebagai manusia telah terprogram untuk terhubung dengan orang lain secara psikologis. Namun banyak hubungan gagal karena kurangnya kepekaan. Seseorang mungkin pernah mengalami sesuatu di masa lalunya yang membuat dia ingin melindungi diri dari terluka, sehingga tidak membiarkan dirinya menjadi rentan.

Namun kerentanan itu biasanya membuat dia selalu ingin merasa benar saat berargumen. Sementara Anda lebih mementingkan perasaan pasangan Anda daripada kepuasan “menjadi benar” bagi Anda. Sehingga saat pasangan Anda berargumen dengan kata-kata “menyerang”, terkadang akan berakhir dalam bentuk ucapan kasar yang merusak. Jika ini sering dilakukan, akan menjadi sinyal merah dalam hubungan Anda.

Tidak Tahu yang Dilakukan

Anda bisa sangat menderita jika menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak pernah tahu atau pun mengabaikan apa yang seharusnya dia lakukan. Awalnya ini sesuatu yang kecil, misalnya tidak bisa memutuskan apa yang harus dimakan untuk makan siang.

Tetapi ini juga bisa menjadi sesuatu yang jauh lebih serius jika pasangan Anda tidak mendalami dirinya apakah dia sesungguhnya mencintai Anda atau hanya ingin mendapatkan hubungan yang lebih santai. Idealnya, Anda tentu ingin pasangan Anda menjadi seseorang yang mengerti dengan apa yang akan dia lakukan untuk hubungan ini dan bersedia mewujudkannya.

Keseimbangan dan kompromi sangat penting untuk hubungan yang sehat. Menyeimbangkan keinginan dan kebutuhan Anda dengan pasangan tentu membutuhkan kompromi. Kedengarannya sederhana, tetapi banyak orang tidak siap melakukannya. Jika pasangan Anda tidak mau mencoba membantu pekerjaan rumah, tidak melakukan sesuatu yang membuat Anda nyaman, atau mengubah perilaku atau tindakan tertentu, itu berarti mereka tidak ingin mencoba hal baru dan berkompromi.

Tidak Belajar dari Kesalahan

Lumrah jika suatu ketika kita panik dan marah atas sesuatu. Akan lebih baik lagi jika kita mau mengakui bahwa ledakan emosi kita itu sebenarnya tidak pantas. Terutama jika kemarahan itu tidak beralasan, selayaknya kita meminta maaf.

Namun ada juga orang yang menolak untuk mengakui bahwa mereka salah, atau meski sering meminta maaf namun selalu melakukan kesalahan yang sama. Ini berarti dia tidak membiarkan dirinya untuk mencintai, menjadi intim, dan benar-benar terhubung dengan pasangannya. Ini juga sinyal jelas emosional yang belum dewasa.

SHARE