Tak Sekadar Cepat, Energi 5G Lebih Hemat dari 4G - Male Indonesia
Tak Sekadar Cepat, Energi 5G Lebih Hemat dari 4G
MALE ID | Digital Life

Berbicara soal jaringan 5G, tentu erat kaitannya dengan kecepatan. Secara teori, 5G mampu menghadirkan peak data rate hingga 20 Gbps atau 20 kali lebih cepat daripada 4G.

Photo by Mika Baumeister on Unsplash

Menurut para ahli, teknologi ini memiliki potensi yang sangat besar untuk membuka gelombang produk teknologi, platform, atau use case jenis baru di masa mendatang.

Oleh karenanya, perusahaan operator telekomunikasi dunia berlomba-lomba untuk menggelar jaringan 5G di negara di mana mereka beroperasi. Negara-negara pun bersaing untuk menerapkan teknologi jaringan ini agar berfungsi secara penuh dan bermanfaat.

Di sisi lain, ternyata 5G tidak hanya sekadar memiliki kecepatan yang mumpuni, namun juga bisa hemat energi hingga 90% perunit lalu lintas apabila dibandingkan dengan jaringan 4G.

Studi yang dilakukan selama tiga bulan dan dilakukan oleh pembuat perlengkapan telekomunikasi Finlandia, Nokia, bekerja sama dengan Telefonica Spanyol, mempelajari konsumsi daya Radio Access Network (RAN) di jaringan Telefonica.

Berdasarkan pengujian mendalam pada sebelas skenario beban lalu lintas yang telah ditentukan sebelumnya yang mengukur konsumsi energi per Mbps berdasarkan distribusi beban lalu lintas, kedua perusahaan secara kolektif menyimpulkan bahwa teknologi 5G RAN secara signifikan lebih efisien daripada teknologi lama dalam hal konsumsi energi per data. kapasitas lalu lintas.

Studi ini memanfaatkan portofolio AirScale Nokia dan menggabungkan pembacaan konsumsi energi stasiun pangkalan aktual di tempat dalam skenario beban lalu lintas yang berbeda-beda mulai dari 0% hingga 100%, serta pemantauan jarak jauh konsumsi daya aktual melalui sistem manajemen jaringan.

Selain itu, menurut Chairman of the Board Huawei Liang Hua, konsumsi energi pada teknologi jaringan generasi kelima ini, per bitnya hanya sepersepuluh dari 4G, tetapi dapat menyediakan kapasitas sebanyak 30 kali. Teknologi TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) juga memungkinkan untuk konservasi energi dan pengurangan emisi di industri lainnya. 

Misalnya, teknologi digital membantu meningkatkan jaringan energi, menjadikan data sebagai sumber daya utama dalam energi internet. Pembangunan yang besar dan berkelanjutan, menurutnya, memang telah menjadi prioritas utama dalam ekonomi dunia. Netralitas karbon pun telah menjadi tujuan global yang diakui.

"Kita perlu melindungi lingkungan ini dan mendorong green economic recovery. Ini adalah tujuan bersama yang dimiliki oleh komunitas global," kata Liang Hua dalam acara virtual Tech & Sus tain ability.

SHARE