Komponen Mobil Ini Bisa Dicek Secara Mandiri - Male Indonesia
Komponen Mobil Ini Bisa Dicek Secara Mandiri
MALE ID | Sport & Hobby

Akibat penyebaran pandemi Covid-19 yang terus menjulang, pemerintah akhirnya melakukan pemberlakuan WFH atau Work From Home. Di mana tujuannya agar warga mengurangi mobilitas untuk mencegah penularan virus Covid-19 lebih banyak lagi.

Photo by Kate Ibragimova on Unsplash

Di sela waktu kerja WFH, Anda bisa manfaatkan untuk melakukan pengecekan mobil secara mandiri. Tentunya hal ini sebagai upaya menjaga kondisinya agar tetap prima ketika digunakan kembali. 

Meskipun mobil zaman sekarang sudah punya sistem komputer terintegrasi, tapi ada beberapa bagian mobil yang bisa diperiksa secara manual. Walau simpel dan gampang, tapi bagian yang Anda periksa punya peran sangat penting di mobil. 

Pengecekan ini bisa Anda lakukan selepas mencuci mobil. Nah, apa saja kompenen tersebut? Mengutip dari berbegai sumber berikut ini komponen mobil yang bisa Anda cek secara mandiri di rumah.

Ban Mobil
Ini bagian yang paling penting untuk Anda periksa. Maklum di masa PPKM, mobil lebih banyak terparkir. Sementara fungsi penting ban adalah menahan seluruh bobot kendaraan. Jika ban diam terlalu lama, maka beban hanya tertumpu pada satu bagian saja. 

Tekanan ban yang rendah dan cuaca yang sangat dingin dapat berkontribusi kondisi ban. Pastikan kondisi ban seperti telapak ban belum aus dan tekanan angin terjaga sesuai rekomendasi pabrik. 

Periksa pula dinding ban dari risiko benjol dan permukaan pelek mobil jangan sampai ada yang retak atau pecah. Lakukan langkah yang sama pada ban cadangan. Jangan segan untuk mengganti ban mobil jika ditemukan masalah.

Air Aki
Banyak mobil masa kini sudah menggunakan aki kering yang bebas ritual mengisi air aki. Terdapat pula aki maintenance free (MF) yang masih mengandalkan air aki namun sistemnya dibuat tertutup sehingga volume air aki tidak berkurang. Tapi, ada indikator yang harus Anda perhatikan agar aki MF tetap berfungsi dengan baik.

Di lain pihak, beberapa mobil masih menggunakan aki basah konvensional. Untuk yang ini, silakan cek posisi ketinggian air aki. Tambah jika berkurang. Sekaligus bersihkan permukaan terminal aki dan tutup pengisi jika terjadi pengapuran.

Rem Mobil
Jika rem lama tidak digunakan, akan menimbulkan karat pada permukaan rotor. Akibatnya, kotoran dapat menyebabkan bantalan rem menempel pada rotor. Mungkin tidak akan jadi masalah jika dibiarkan selama beberapa minggu. 

Tapi jika mobil Anda akan diparkir selama sebulan atau lebih, disarankan untuk tidak mengaktifkan rem parkir. Selain itu usahakan agar mobil diparkir di permukaan yang rata.

Perhatikan apakah ada kebocoran antara tabung penyimpan minyak rem menuju rem mobil. Apalagi bila ternyata minyak rem berkurang cukup banyak yang menandakan ada masalah pada sistem pengereman. 

Air Radiator
Air radiator punya tugas mulia yakni sebagai pendingin mesin mobil agar bisa bekerja dengan baik. Risikonya kalau sampai air radiator habis, mesin mobil Anda bisa jebol dan harus turun mesin.

Oleh karena itu, cek dahulu kondisi air radiator. Lakukan prosesi ini di pagi hari dan mesin mobil belum dinyalakan. Ini juga berlaku untuk pengecekan oli mesin.

Buka tutup atas radiator dan perhatikan batas ketinggiannya. Periksa juga tabung peyimpanan cadangan air radiator. Kalau kurang, isi hingga batas atas. Jangan melebihi batas karena air radiator tidak bisa bersirkulasi dengan baik.

Oli Mesin
Periksa kondisi oli mesin dengan mengecek takarannya melalui dipstick dan melihat odometer untuk memantau waktu terakhir ganti oli mesin. Oli mesin adalah komponen yang sangat dibutuhkan sebagai pelumas dan pelindung dari gesekan pada komponen mesin. 

Rekomendasi penggantian oli mesin adalah setiap 6 bulan atau 10.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu. Sebenarnya selain oli mesin, ada oli transmisi yang harus diperhatikan kondisinya. Namun karena posisi transmisi ada di kolong mobil, Anda cukup memastikan tidak ada kebocoran di rumah transmisi dan memeriksa kapan terakhir menggantinya.

Air pembersih kaca
Air pembersih kaca atau sering disebut air wiper memang fungsinya tidak sepenting cairan di atas. Namun jangan pernah dianggap sepele. Coba saja Anda berjalan saat hujan tidak terlalu deras tapi kaca kotor. Dijamin visibilitas keluar akan terganggu. Di saat bersamaan, Anda tidak bisa membersihkan kaca karena air wiper habis. Pun ada risiko baret di karet wiper.

Filter Mobil
Selain itu, jangan lupa juga memeriksa kondisi saringan atau filter mobil seperti filter oli, filter udara, dan filter bensin. Peran filter tidak bisa dianggap sepele karena berfungsi sebagai penyaring kotoran yang berusaha masuk ke dalam mesin.

SHARE