Kata Ahli, Cara Aman Staycation Saat Pandemi - Male Indonesia
Kata Ahli, Cara Aman Staycation Saat Pandemi
MALE ID | Relax

Staycation memang menjadi tren baru untuk liburan selama pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan penat saat berada di rumah terus menerus. 

Photo by Tobias Tullius on Unsplash

Secara harfiah, Staycation adalah jenis traveling murah meriah karena tidak membutuhkan banyak biaya. Anda hanya perlu mulai mencari tempat-tempat wisata terdekat dengan rumah.

Ya di Indonesia memang masih baru dengan penggunakan kata staycation ini dalam tren liburan. Tetapi sebenernya ini sudah ada sejak lama. Bahkan di Amerika serikat sudah dikenal sejak 2003. Tapi itu tidak menjadi masalah. 

Saat Anda melepas penat setelah berada di dalam rumah selama setahun lebih tanpa bisa bepergian jauh akibat pandemi membuat sebagian orang berlibur dengan cara staycation, menginap di hotel atau vila dengan suasana baru dan menyegarkan. 

Vaksinolog dan spesialis penyakit dalam dr Dirga Sakti Rambe mengatakan, staycation bisa relatif aman bila seseorang bisa membatasi ruang geraknya. Hal itu menekan risiko terpapar virus corona. "Aktivitas kalau hanya dari rumah langsung ke hotel atau vila relatif aman," kata Dirga dalam webinar.

Jika tidak benar-benar diperlukan, tak perlu mampir ke tempat-tempat lain sehingga Anda bisa menjaga diri dari paparan virus di tengah jalan. Setelah tiba di lokasi liburan, bersantailah tanpa harus pergi kemana-mana, termasuk fasilitas publik yang ramai.

Dia juga menyarankan untuk pintar-pintar mencari waktu di mana tidak banyak orang, seperti tidak memilih hari libur akhir pekan di mana sebagian besar orang berpikiran sama, ingin menghabiskan waktu di luar untuk wisata.

"Jangan numpuk semua di weekend atau pilih long weekend, bisa bagi-bagi waktu pas weekday. Saat memilih hotel, pastikan juga keamanan serta kebersihannya. Berbagai agen wisata daring telah menyediakan fitur untuk memilih tempat menginap yang sudah menerapkan standard kebersihan agar konsumen merasa aman dan nyaman," lajutnya.

Bagaimana dengan hotel yang menyediakan kamar untuk isolasi mandiri? Dia mengatakan, meski menginap di lantai yang berbeda dari kamar isolasi, tetap ada risiko penularan virus. "Saya cenderung tidak menganjurkan, sekarang kita cari yang aman-aman saja dulu." tandas Dirga.

SHARE