Mengenal Gol Tandang yang Akan Dihapus UEFA - Male Indonesia
Mengenal Gol Tandang yang Akan Dihapus UEFA
MALE ID | Sport & Hobby

Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengatakan telah menyetujui proposal untuk menghapus aturan gol tandang dari semua kompetisi klub, yang melibatkan tim pria, wanita, dan junior. Keputusan UEFA tersebut akan mulai diberlakukan pada fase kualifikasi kompetisi musim 2021-22.

Photoa; Dread83/Wikipedia

Aturan Gol Tandang adalah metode yang digunakan untuk menentukan pemenang saat hasil kedua tim sama imbang dari dua pertandingan kandang-tandang. Dengan aturan gol tandang, kesebelasan yang mencetak gol lebih banyak di kandang lawan, menjadi pemenang bila hasil akhir dari dua pertandingan sama kuat.

Aturan gol tandang, yang diperkenalkan oleh UEFA pada 1965-66, telah diterapkan ketika skor pertandingan dua leg tetap sama secara agregat setelah 180 menit, dengan tim yang mencetak lebih banyak gol di luar kandang dinyatakan sebagai pemenang. Namun, aturan itu mendapat sorotan musim lalu dengan beberapa pertandingan diadakan di tempat netral tanpa penonton karena pandemi Covid-19.

Sebagai gantinya, dua periode perpanjangan waktu selama 15 menit akan dimainkan pada akhir leg kedua, diikuti dengan adu penalti bila kedua tim masih seri. UEFA juga ingin menjadikan pertandingan lebih menarik. Pasalnya, dengan adanya aturan gol tandang, tim-tim yang bertindak sebagai tuan tumah jadi ragu untuk menyerang karena bakal menjadi sebuah kerugian bila gawang mereka kebobolan.

Penghapusan gol tandang tak cuma berlaku dalam fase gugur. Dengan dihilangkannya sistem tersebut, gol tandang juga tak akan dipakai dalam menentukan peringkat di fase grup andai ada dua atau lebih tim memiliki poin sama. Adapun yang akan jadi penentunya adalah produktivitas gol.

Contoh Aturan Gol Tandang Pertama

Leg Pertama: Tim A 1-0 Tim B; Leg Kedua: Tim B 1-0 Tim A.

Secara agregat hasilnya adalah 1-1. Kedua kesebelasan tidak bisa memanfaatkan aturan gol tandang karena keduanya tak mencetak gol saat tandang ke kandang lawan. Pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Contoh Aturan Gol Tandang Keuda

Leg pertama: Tim A 1-0 Tim B; Leg Kedua Tim B 2-1 Tim A.

Secara agregat hasilnya adalah 2-2 yang sama kuat buat kedua kesebelasan. Namun, tim A mencetak satu gol tandang sementara tim B tidak. Dengan ini, Tim A yang menang.

Contoh Aturan Gol Tandang Ketiga

Leg pertama: Tim A 1-0 Tim B; Leg kedua Tim B 1-0 Tim A.

Contoh di atas mirip dengan contoh yang pertama. Untuk itu pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Namun, di babak perpanjangan waktu, hasil akhirnya menjadi 2-1 untuk kemenangan tim B.

Secara agregat, kedua kesebelasan sama-sama mencatatkan skor 2-2. Namun, tim A yang menang karena berhasil mencetak gol di kandang tim B. Dengan catatan bahwa aturan gol tandang tetap berlaku di babak perpanjangan waktu. Apabila aturan gol tandang hanya berlaku di waktu normal, maka pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.

SHARE