Ini Efek Buruk Jika Anda Kencing di Kolam Renang - Male Indonesia
Ini Efek Buruk Jika Anda Kencing di Kolam Renang
MALE ID | Sex & Health

Sebenarnya kita sadar bahwa tidak boleh buang air kecil (kencing) di kolam renang. Tetapi tidak jarang di antara kita melakukannya karena faktor kebiasaan dan malas untuk beranjak dari kolam menuju toilet. Lalu diam-diam kita membiarkan air seni kita mengucur bercampur dengan air kolam.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Mengapa kencing di kolam berefek buruk bagi kesehatan? Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (The Centers for Disease Control and Prevention/CDC) baru baru ini membagikan posting di media sosial, pesannya, “Kencing di toilet, bukan di kolam! Saat kencing dan klorin bercampur di kolam, semakin sedikit klorin yang tersedia untuk membunuh kuman.” CDC juga memperingatkan bahwa kencing yang bercampur dengan klorin menciptakan bahan kimia yang bisa membuat mata merah dan gatal.

Bagaimana Klorin Bekerja di Kolam?

Klorin adalah bahan kimia yang ditambahkan ke air kolam untuk membunuh kuman. Klorin terkandung di dalam kaporit yang sering digunakan sebagai zat pemutih dan pembunuh kuman dalam air.

Jamie Alan, Pharm.D PhD, profesor farmakologi dan toksikologi di Michigan State University, dilansir dari Mens Health, menjelaskan, ketika klorin ditambahkan ke kolam, itu menciptakan asam ringan yang disebut asam hipoklorit yang membunuh banyak bakteri, termasuk salmonella dan E-coli. Asam hipoklorit juga dapat mengatasi beberapa virus.

Klorin bekerja dengan merusak dinding sel bakteri, yang penting untuk kelangsungan hidup bakteri. Klorin bekerja pada virus dengan merusak protein dan juga DNA. Bahan kimia kolam membunuh sebagian besar kuman dalam hitungan menit, tetapi beberapa dapat hidup di kolam selama berhari-hari.

Anda dilarang kencing di kolam renang, karena selain menjijikkan, lebih dari itu, kolam renang biasanya menggunakan klorin yang diperlukan untuk mengatasi kuman, bakteri, partikel kotoran, keringat, dan kotoran lainnya di kolam renang.

“Urine menghilangkan klorin dari kemampuan untuk melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan, yaitu membunuh virus dan kuman,” kata Kathryn Boling MD, seorang dokter perawatan primer di Mercy Medical Center Baltimore.

Klorin membutuhkan pH yang tepat untuk bekerja dengan baik. Tetapi urine bisa mengubah pH air. Klorin yang bergabung dengan urine akan membuat produk sampingan yang dikenal sebagai chloramines. Reaksi ini menyedot klorin, sehingga kegunaan klorin kurang efektif.

Mark Conroy MD, profesor kedokteran dan direktur medis di The Ohio State University Wexner Medical Center, menambahkan, urine serta keringat mengandung urea, senyawa yang mengandung nitrogen yang dapat bergabung dengan klorin untuk menghasilkan senyawa lain. Jika ini terjadi di kolam, akan meninggalkan lebih sedikit klorin yang tersedia untuk membunuh bakteri.

CDC memaparkan bahwa seorang perenang rata-rata dapat meninggalkan mikroba (organisme kecil, yang beberapa di antaranya bisa membuat Anda sakit) dan hal-hal lain ke dalam kolam. Antara lain yaitu 10 juta mikroba rambut, 8 juta mikroba dalam satu tetes ludah, 5 juta mikroba di tangan mereka, 140 miliar mikroba kotoran, miliaran mikroba di hidung, mulut, dan kulit. Juga keringat sebanyak kisaran 1 atau 2 kaleng soda keringat, serta 1 cangkir kencing. Semua itulah bercampur bersama klorin.

Urine dapat mengubah kadar klorin sedemikian rupa sehingga seseorang dapat menjadi sakit karena virus, bakteri, atau parasit lainnya. Kencing berinteraksi dengan air kolam yang mengandung klorin juga membangkitkan bahan kimia yang mengeluarkan bau. Bahan kimia tersebut bisa membuat mata perih, hidung berair, dan menyebabkan batuk.

Sebenarnya kita sadar bahwa tidak boleh buang air kecil (kencing) di kolam renang. Tetapi tidak jarang di antara kita melakukannya karena faktor kebiasaan dan malas untuk beranjak dari kolam menuju toilet. Lalu diam-diam kita membiarkan air seni kita mengucur bercampur dengan air kolam.

Mengapa kencing di kolam berefek buruk bagi kesehatan? Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (The Centers for Disease Control and Prevention/CDC) baru baru ini membagikan posting di media sosial, pesannya, “Kencing di toilet, bukan di kolam! Saat kencing dan klorin bercampur di kolam, semakin sedikit klorin yang tersedia untuk membunuh kuman.” CDC juga memperingatkan bahwa kencing yang bercampur dengan klorin menciptakan bahan kimia yang bisa membuat mata merah dan gatal.

Bagaimana Klorin Bekerja di Kolam?

Klorin adalah bahan kimia yang ditambahkan ke air kolam untuk membunuh kuman. Klorin terkandung di dalam kaporit yang sering digunakan sebagai zat pemutih dan pembunuh kuman dalam air.

Jamie Alan, Pharm.D PhD, profesor farmakologi dan toksikologi di Michigan State University, dilansir dari Mens Health, menjelaskan, ketika klorin ditambahkan ke kolam, itu menciptakan asam ringan yang disebut asam hipoklorit yang membunuh banyak bakteri, termasuk salmonella dan E-coli. Asam hipoklorit juga dapat mengatasi beberapa virus.

Klorin bekerja dengan merusak dinding sel bakteri, yang penting untuk kelangsungan hidup bakteri. Klorin bekerja pada virus dengan merusak protein dan juga DNA. Bahan kimia kolam membunuh sebagian besar kuman dalam hitungan menit, tetapi beberapa dapat hidup di kolam selama berhari-hari.

Anda dilarang kencing di kolam renang, karena selain menjijikkan, lebih dari itu, kolam renang biasanya menggunakan klorin yang diperlukan untuk mengatasi kuman, bakteri, partikel kotoran, keringat, dan kotoran lainnya di kolam renang.

“Urine menghilangkan klorin dari kemampuan untuk melakukan hal-hal yang seharusnyadilakukan, yaitu membunuh virus dan kuman,” kata Kathryn Boling MD, seorang dokter perawatan primer di Mercy Medical Center Baltimore.

Klorin membutuhkan pH yang tepat untuk bekerja dengan baik. Tetapi urine bisa mengubah pH air. Klorin yang bergabung dengan urine akan membuat produk sampingan yang dikenal sebagai chloramines. Reaksi ini menyedot klorin, sehingga kegunaan klorin kurang efektif.

Mark Conroy MD, profesor kedokteran dan direktur medis di The Ohio State University Wexner Medical Center, menambahkan, urine serta keringat mengandung urea, senyawa yang mengandung nitrogen yang dapat bergabung dengan klorin untuk menghasilkan senyawa lain. Jika ini terjadi di kolam, akan meninggalkan lebih sedikit klorin yang tersedia untuk membunuh bakteri.

CDC memaparkan bahwa seorang perenang rata-rata dapat meninggalkan mikroba (organisme kecil, yang beberapa di antaranya bisa membuat Anda sakit) dan hal-hal lain ke dalam kolam. Antara lain yaitu 10 juta mikroba rambut, 8 juta mikroba dalam satu tetes ludah, 5 juta mikroba di tangan mereka, 140 miliar mikroba kotoran, miliaran mikroba di hidung, mulut, dan kulit. Juga keringat sebanyak kisaran 1 atau 2 kaleng soda keringat, serta 1 cangkir kencing. Semua itulah bercampur bersama klorin.

Urine dapat mengubah kadar klorin sedemikian rupa sehingga seseorang dapat menjadi sakit karena virus, bakteri, atau parasit lainnya. Kencing berinteraksi dengan air kolam yang mengandung klorin juga membangkitkan bahan kimia yang mengeluarkan bau. Bahan kimia tersebut bisa membuat mata perih, hidung berair, dan menyebabkan batuk.

SHARE