Respons Sistem Kekebalan Tubuh Jika Hidup Bersih - Male Indonesia
Respons Sistem Kekebalan Tubuh Jika Hidup Bersih
MALE ID | Sex & Health

Hipotesis kebersihan yang mengatakan bahwa paparan kotoran dan kuman memperkuat sistem kekebalan kita, mungkin agak berlebihkan. Karena bagaimana pun, hidup tetap bersih tidaklah buruk bagi sistem kekebalan tubuh kita.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Dalam sebuah makalah baru minggu ini, peneliti di Inggris berpendapat bahwa klaim hipotesis kebersihan itu berlebihan, karena orang-orang mendapat banyak manfaat dari menjaga lingkungan rumah mereka relatif bersih dari kuman. Tetapi, kata mereka, kita memang membutuhkan kontak rutin dengan mikroba seperti bakteri. Namun hanya dalam konteks tertentu, misalnya ketika berada di luar rumah atau di alam.

Hipotesis kebersihan, pertama kali dikemukakan oleh ahli epidemiologi David Strachan pada 1980-an. Dia berpendapat, kurangnya paparan mikroba pada anak usia dini dapat menyebabkan kondisi terkait kekebalan tertentu seperti alergi.

Teorinya mengatakan, sistem kekebalan kita membutuhkan pertemuan awal dengan bakteri, virus, dan mikroba lain untuk dikalibrasi dengan baik. Dan ketika itu tidak cukup terjadi, kita lebih cenderung bereaksi berlebihan terhadap zat yang tidak berbahaya atau pun pemicu alergi lainnya.

Studi itu menunjukkan bahwa anak-anak yang tinggal di lingkungan kotor, seperti peternakan atau di sekitar banyak hewan, cenderung tingkat alerginya lebih rendah daripada kelompok anak-anak sebaya yang tinggal di lingkungan lebih steril. Penelitian lain menunjukkan bahwa jenis infeksi tertentu, seperti yang disebabkan oleh cacing parasit, juga terkait dengan risiko asma yang lebih rendah.

Namun, dilansir dari gizmodo, para peneliti dari University College London (UCL) dan London School of Hygiene and Tropical Medicine mengatakan, hubungan antara kebersihan masa kanak-kanak dan risiko mengembangkan masalah kekebalan lebih rumit daripada kerangka teori yang populer.

Dalam ulasan yang diterbitkan di Journal of Allergy and Clinical Immunology, mereka berpendapat bahwa praktik kebersihan yang baik tidak boleh diabaikan demi memaksimalkan paparan mikroba. Anak-anak boleh saja sangat bersih dalam kehidupan sehari-hari, kata penulis penelitian, tetapi mereka juga harus terpapar sumber mikroba lingkungan yang tepat.

“Paparan mikroorganisme pada awal kehidupan sangat penting untuk 'pendidikan' sistem kekebalan dan metabolisme,” kata Graham Rook, profesor emeritus mikrobiologi medis di UCL, dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh universitas.

Tetapi, lanjut dia, selama lebih dari 20 tahun telah ada narasi publik bahwa praktik kebersihan tangan dan rumah tangga, yang penting untuk menghentikan paparan patogen penyebab penyakit, juga menghalangi paparan organisme menguntungkan.

Rook menunjukkan bukti bahwa bakteri baik biasanya diperkenalkan kepada orang-orang sejak dini melalui ibu mereka dan anggota keluarga lainnya, serta lingkungan alam. Sebaliknya, hanya sedikit bukti yang menunjukkan bahwa banyak mikroba di mana-mana yang ditemukan di rumah modern yang penting untuk pengembangan sistem kekebalan tubuh yang sehat

Kebersihan yang berlebihan memang buruk bagi anak-anak, tetapi caranya berbeda. Misalnya paparan bahan kimia yang lebih besar yang ditemukan di banyak produk pembersih, bisa memicu jenis disfungsi kekebalan yang menyebabkan alergi dan asma.

Rook mengakui, perdebatan hipotesis kebersihan tidak mungkin diselesaikan dalam satu ulasan artikel. Tetapi dia berharap makalah mereka dapat meyakinkan orang untuk memikirkan kebersihan dengan cara lebih bernuansa. Misalnya, jika akan memakan sesuatu dengan tangan, maka kita harus mencucinya terlebih dahulu.

Jadi, menurutnya, membersihkan rumah itu baik, kebersihan pribadi itu baik. Tetapi, untuk mencegah penyebaran infeksi, lebih dahulu harus ditargetkan dengan kebersihan tangan dan permukaan yang paling sering terlibat dalam penularan infeksi.

SHARE