Solusi Percepatan Pulihnya Industri Musik - Male Indonesia
Solusi Percepatan Pulihnya Industri Musik
MALE ID | News

Salah satu gangguan terbesar dari pandemi Covid-19 adalah hilangnya live music dan hiburan langsung. Untuk industri yang sangat bergantung pada penjualan tiket dan sponsor dari pertunjukan langsung, pembatasan pertemuan besar dan berkumpul di dalam ruangan merupakan pukulan berat bagi industri musik.

Photo by John Matychuk on Unsplash

Di sisi lain juga, pandemi Covid-19 mengajarkan untuk secara cepat melakukan perubahan dan beradaptasi dengan normal baru, termasuk para pelaku industri musik. Disrupsi yang disebabkan oleh pandemi mengharuskan semua insan di dalam ekosistem musik untuk bekerja sama dalam mentransformasi lanskap musik di negeri ini.

Di sinilah teknologi mengambil alih. Musisi dalam negeri, misalnya, sangat mengandalkan platform mulai dari YouTube Live, Zoom, Twitch, hingga Instagram selama pandemi. Country Manager Resso Indonesia Tricia Dizon mengatakan diperlukan pemahaman lebih besar akan platform teknologi baru yang menawarkan peluang dari sisi kreativitas maupun komersil. 

"Situasi saat ini mengharuskan semuanya untuk mengeksplorasi cara-cara baru dalam menciptakan dan menampilkan acara musik," ujar Tricia Dizon. 

Dalam diskusi daring Breakfast with Resso, mewakili Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI) Febrian Nindyo Purbowiseso menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah ada upaya yang dilakukan bersama Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI).

"Sejak Ramadan kami telah membentuk tim kecil yang berusaha menyusun proposal masukan terkait upaya dan mekanisme alternatif dalam pemberian stimulus untuk pemulihan ekonomi nasional di sektor industri event, konser, dan festival musik," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, bahwa tujuan utamanya untuk memicu hadirnya konser-konser musik yang aman, nyaman, dan menguntungkan, sehingga bisa bertahan dan berulang di kemudian hari. Ada snowball effect. 

Yang kedua, agar memberikan akses lebih luas kepada promotor penyelenggara dengan skala yg lebih variatif agar makin banyak elemen terlibat. Saat ini masih dalam pematangan bersama dengan tim dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Selain itu, seperti yang telah diketahui, bahwa pemerintah juga telah memfokuskan berbagai upaya untuk membangkitkan kembali industri musik secepat mungkin antara lain melalui pedoman penyelenggaraan acara publik sesuai dengan protokol Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan. 

Pedoman yang diterbitkan pemerintah sangat disambut baik oleh para pelaku industri musik dan masyarakat. Sudah ada beberapa wacana dan gagasan untuk melakukan pertunjukan musik secara luring yang dikombinasikan dengan amplifikasi daring dalam format hibrida yang memenuhi protokol kesehatan yang ketat. 

Sekarang tantangannya terletak pada bagaimana mewujudkan gagasan ini agar secara kreatif menarik dan secara komersial menguntungkan. Tidak mudah untuk mewujudkan hal ini mengingat cukup rumitnya tantangan teknis dan konten yang harus disiapkan dengan matang.

Pandemi yang juga mempercepat transisi dan kebiasaan mendengarkan musik di kalangan masyarakat menawarkan peluang besar bagi musisi dan pelaku industri untuk memanfaatkan platform digital. “Sebagai aplikasi streaming musik, Resso Indonesia menawarkan fitur dan program yang dibangun berdasarkan kemitraan dan kolaborasi dengan semua pihak," tutur Christo Putra, Head of Music and Content, Resso Indonesia.

"Kami percaya, terlepas dari tantangan dan dampak yang ditimbulkan oleh pandemi, industri musik Indonesia mempunyai potensi dan talenta yang sangat besar untuk terus menciptakan dan menghasilkan karya musik yang hebat untuk para penggemar," tandasnya.

SHARE