Pengaruh Logo di Baju Terhadap Hubungan Asmara - Male Indonesia
Pengaruh Logo di Baju Terhadap Hubungan Asmara
MALE ID | Looks

Terkadang penilaian sepintas terhadap diri seseorang bisa dilihat dari gaya berpakaian atau tren fashion yang dikenakannya. Biasanya jika dalam suasana santai, kalangan pria menyukai setelan t-shirt, apakah itu model polos, bermotif gambar atau pun berupa logo.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Kita tahu, bahwa suatu logo adalah representasi dari sebuah organisasi, merek, atau produk. Tetapi tahukah Anda bila ternyata logo atau pun gambar pada pakaian memiliki pengaruh yang dalam jika dikaitkan dengan psikologi orang yang memakainya?

Sebuah studi berikut ini mencoba menghubungkan ukuran (besar/kecil) logo pada pakaian pria dengan minat si pemakainya terhadap hubungan asmaranya. Dilansir dari Bright Side, logo telah digunakan sejak 1266, pada masa pemerintahan Raja Henry III di Inggris. Saat itu logo hanya untuk menunjukkan, misalnya, pedagang roti menjual roti. Sejak itu, penggunaan logo kemudian menjadi semacam pernyataan dari pemilik logo tersebut.

Kini, dalam dunia fashion, penelitian menunjukkan bahwa konsumen ingin merasa unik ketika mengenakan sesuatu di tubuhnya. Berbicara tentang pakaian, branding dipandang menjadi sangat penting karena dianggap bisa mengidentifikasi gaya hidup tertentu.

Di forum-forum media sosial misalnya, sering kita lihat orang-orang mengungkapkan pendapat mereka tentang beberapa logo fashion. Ketika kita melihat foto-foto mereka mengenakan kemeja dan t-shirt berlogo perusahaan terkenal, seolah mereka ingin mengomunikasikan kepada orang lain bahwa dia mampu membeli pakaian mahal tersebut.

Bahkan, agar orang lain bisa lebih jelas mengetahuinya, mereka memilih pakaian yang menggambarkan branding atau logo ukuran besar. Setidaknya ini membantu mengidentifikasikan bahwa si pemakai fashion tersebut dari kalangan orang berkelas.

Sebuah studi yang dipimpin psikolog Daniel Kruger, dari University of Michigan, menghubungkan antara pemakaian logo dari fashion mewah dengan minat pria dalam hubungan asmara. Menariknya di sini, ukuran logo bisa berpengaruh pada citra orang dan hubungan romantis mereka.

Dalam studi itu, ada 300 peserta diperlihatkan dengan 2 baju kemeja berharga mahal. Satu kemeja berlogo besar dan satunya lagi jauh lebih kecil. Peserta kemudian dikasih berbagai pertanyaan dan diminta untuk mengurutkan sejumlah karakteristik dalam skala dari nol hingga 100. Hasilnya cukup menarik.

Pria yang memilih logo besar dipandang kurang tertarik dengan hubungan romantis jangka panjang. Disimpulkan bahwa pria yang suka mengenakan logo besar dianggap sebagai orang yang berinvestasi untuk mendapatkan perhatian dari orang lain. Mereka senang yang mencolok, seolah-olah mereka mencoba memamerkan uang tunai yang dimilikinya.

Pria yang memakai logo besar juga dianggap menarik bagi wanita yang mencari hubungan singkat dan kurang menarik bagi wanita yang mencari hubungan jangka panjang untuk masa depang. Mereka juga dinilai tidak dapat diprediksi, dan yang terpenting yaitu kurang tertarik pada hubungan berkomitmen jika dibandingkan dengan pria yang memakai logo lebih kecil.

Dr Krueger menjelaskan bahwa pria yang memakai logo lebih kecil dianggap lebih stabil, setia, baik dengan anak-anak, dan dapat diandalkan. Karena itu, mereka dianggap lebih baik untuk hubungan jangka panjang.

Nah, bagaimana dengan Anda, apakah lebih suka logo besar atau kecil? Apakah ukuran logo yang terdapat di beberapa pakaian Anda mencerminkan atau berpengaruh pada karakter hubungan asmara yang Anda inginkan?

SHARE