Melihat Keunggulan Live Audio Rooms Milik Facebook - Male Indonesia
Melihat Keunggulan Live Audio Rooms Milik Facebook
MALE ID | Digital Life

Facebook mengumumkan rencananya untuk meluncurkan fitur audio baru sebagai langkah untuk menghadapi pesaingnya, Twitter dan Clubhouse. Fitur tersebut bernama Live Audio Rooms.

Photo by Solen Feyissa on Unsplash

Seperti Clubhouse, Live Audio Room memungkinkan pengguna Facebook mengadakan diskusi audio. Namun mereka bisa merekamnya untuk mendistribusikan percakapan tersebut lebih luas lagi.

Menariknya pengguna akan dapat merekam, mengedit, dan mempublikasikan audio dari dalam aplikasi Facebook untuk berbagai format media sosial. Saat merekam dan mengedit audio dalam aplikasi akan dibantu machine learning.

Algoritme tingkat lanjut akan mengaktifkan penghilang noise latar belakang serta melakukan penyempurnaan dan penambahan filter audio. Facebook turut menyediakan Sound Collection yang di dalamnya tersedia musik dan efek suara untuk dipakai pengguna saat pengeditan audio.

Soal monetisasi, Facebook membolehkan pengguna menarik bayaran untuk mengakses sesi percakapan, baik melalui sistem langganan atau biaya satu kali. Selain itu perusahaan berbasis di Menlo Park, California ini akan membesut Audio Creator Fund untuk memberi insentif kepada pengguna dalam pembuatan konten.

Dilansir The Verge, Live Rooms Audio juga memperkenalkan fitur bagus lainnya, seperti pemberitahuan saat teman atau pengikut Anda bergabung ke ruang, serta teks langsung.

Akan ada tombol khusus untuk audiens jika meminta bergabung dalam percakapan, dan reaksi akan tersedia untuk berinteraksi selama obrolan. Twitter Spaces, fitur audio langsung Twitter, menyertakan teks, tetapi Clubhouse tetap tidak.

Di dalam grup, admin dapat mengontrol siapa yang diizinkan berbicara, seperti moderator, anggota grup, atau admin lainnya. Obrolan grup publik akan dapat diakses baik di dalam maupun di luar grup, tetapi obrolan grup pribadi akan dibatasi untuk anggota.

Selain itu, admin juga dapat memilih lembaga nonprofit atau penggalang dana selama percakapan berlangsung. Audiens juga dapat langsung menekan tombol sumbangan yang muncul di obrolan.

Sebagai perpanjangan dari Live Audio Rooms, Facebook memperkenalkan Soundbites. Dalam wawancara dengan Casey Newton, editor kontributor di The Verge, CEO Facebook Mark Zuckerberg menyamakan Soundbites dengan Instagram Reels, tetapi berbentuk klip audio.

Dengan Soundbites memungkinkan pengguna membuat dan berbagi klip berdurasi pendek dari percakapan yang mereka bikin. Dapat pula digunakan untuk membuat konten audio lainnya, seperti puisi, lelucon, atau ASMR.

Soundbites akan dapat diakses di news feed, dan pengguna dapat merekam kontennya di luar Facebook. Tapi sebelum dirilis secara luas, fitur ini akan diuji terlebih dulu ke pembuat konten terpilih.

SHARE