Pentingnya Pengendalian Diri Dalam Percintaan - Male Indonesia
Pentingnya Pengendalian Diri Dalam Percintaan
MALE ID | Relationships

Terkadang hati perlu diarahkan ke tujuan romantis untuk memelihara suatu hubungan. Dalam hidup dan percintaan, kita membutuhkan pengendalian diri untuk mengurangi dampak dari keinginan langsung dan untuk memelihara nilai-nilai romantis jangka panjang, seperti kedalaman, kebaikan, rasa hormat, kemurahan hati, dan rasa syukur.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Pengendalian diri adalah kemampuan untuk mengatur impuls, emosi, dan keinginan kita untuk mencapai tujuan jangka panjang. Pengendalian diri biasanya menggantikan respons awal dan spontan dengan respons yang lebih disengaja yang berasal dari pemikiran dan perencanaan. Ini butuh energi mental untuk memperhitungkan masa lalu, sekarang, dan masa depan.

Mencapai pengendalian diri adalah perjuangan, di mana kemenangan bergantung pada penolakan respons emosional spontan hati dengan kemauan pikiran. Meskipun penting dalam hidup untuk menyeimbangkan pikiran dan emosi, namun dalam masalah hati, melakukan hal itu bukan berarti mudah. Pengendalian diri dapat dievaluasi dengan penegasan seperti “Saya bisa menahan godaan” atau “Saya mampu bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan jangka panjang”.

Dilansir dari Psychology Today, sebuah penelitian telah menemukan bahwa remaja dengan tingkat pengendalian diri yang tinggi memiliki hubungan intim yang lebih baik 23 tahun kemudian, juga mengalami kepuasan hubungan yang lebih tinggi, konflik yang lebih sedikit, dan komunikasi yang lebih baik dengan pasangannya (Allemand et al., 2019).

Menetapkan Batasan

Mengelola emosi seringkali merupakan kemampuan untuk memilih bagaimana kita mengekspresikannya. Memang sehat untuk mengekspresikan emosi kita, tetapi bagaimana dan kapan kita melakukannya sama pentingnya.

Batasan sangat penting dalam hidup kita. Bersama orang lain juga membutuhkan pembatasan keinginan kita sendiri, yang mungkin menyakiti orang lain jika kita komitmen menjalankannya. Ketegangan antara kebebasan dan komitmen ini mungkin membuat Anda merasa seperti sedang ditahan.

Itulah sebabnya, ketika berbicara tentang pengendalian diri, kita biasanya mengacu pada penetapan batasan yang memblokir godaan emosional negatif, contohnya makan junk food atau melakukan hubungan seks kasual. Terlepas dari pentingnya tindakan pencegahan seperti itu, komitmen pengendalian diri akan bermakna ketika kita memelihara cita-cita kita sendiri dan meningkatkan pemenuhan diri.

Misalkan, Anda akan lebih mudah untuk tidak makan junk food jika Anda menerapkan prinsip nutrisi yang sehat. Pengendalian diri dalam makanan tidak hanya memilih untuk tidak makan makanan yang tidak sehat, tetapi secara signifikan juga dalam memelihara manfaat positif dari nutrisi yang sehat.

Demikian pula memelihara cinta dan menunjukan yang terbaik dari diri pasangan adalah perilaku optimal untuk mempromosikan hubungan romantis. Meskipun hubungan romantis membutuhkan aktivitas pengasuhan dan pencegahan, namun dalam cinta abadi, perilaku pengasuhan harus menjadi pusat perhatian.

Jadi, pengendalian diri penting dalam memprioritaskan nilai-nilai masa depan yang lebih serius. Oleh karena itu, fokus pada keunikan hubungan dengan pasangan, bukan eksklusivitas. Sehingga kita tidak memandang cinta sebagai pengontrol dan pembatas orang yang kita cintai agar sifat unik pasangan kita semakin terbuka. Kita juga bisa memelihara diri kita sendiri dan hubungan intim kita seperti memelihara kemurahan hati, rasa syukur, kasih sayang, kepedulian, dan kepekaan.

Visi seperti itu penting untuk memperdalam hubungan romantis yang langgeng dan memungkinkan setiap pasangan untuk memberi lebih banyak dan menjadi lebih sabar terhadap pasangan mereka.

SHARE