Cek Motor Matic Anda Setelah Perjalanan Jauh - Male Indonesia
Cek Motor Matic Anda Setelah Perjalanan Jauh
MALE ID | Sport & Hobby

Melakukan perjalanan jauh, baik pulang kampung atau berpetualang mengendarai motor merupakan hal yang menantang sekaligus menyenangkan. Apalagi bagi Anda penyuka touring hal ini sangat berkesan. Tapi sesampai di rumah atau tujuan, motor jangan lupa di cek. Jangan sampai tiba di tujuan atau rumah, motor dibiarkan begitu saja. Tidak dirawat dan tidak diperiksa.

Photo by Heliberto Arias on Unsplash

Perawatan dan pengecekan motor yang telah menempuh perjalanan jauh atau turing penting untuk menjaga performanya tetap fit alias normal. Tidak ada masalah di motor yang disebabkan selama perjalanan turing ini. Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini yang perlu Anda cek setelah melakukan perjalanan jauh.

Baut-Baut Bodi
Sebelum masuk ke mekanikal mesin, perjalanan jauh tak jarang menyebabkan beberapa baut jadi longgar. Yang paling sering terjadi, pada dudukan pelat nomor. Mungkin sepele. Tapi jika patah atau lepas, ini cukup mengganggu. Apalagi baut dan ringnya hilang di jalan. 

Kalau longgar, langsung kencangkan kembali dengan kunci pas. Lihat juga dratnya. Jika alurnya sudah tak bagus, lebih baik ganti supaya tidak kendor. Begitupun bagian lain. Seperti fairing, baut roda, baut spion, yang bisa saja patah atau longgar akibat guncangan saat menghantam jalan berlubang.

Cek Mesin dan Oli
Perjalanan jauh mesin akan bekerja lebih panjang. Cek setelan klep termasuk kondisi oli mesinnya. Setel ulang klep bila sudah tidak sesuai standar. Oli mesin juga diganti baru bila keruh dan kotor untuk menjaga performanya.

Cek filter udara dan filter CVT (motor matic). Kalau kotor untuk filter yang bisa dibersihkan bersihkan. Namun untuk filter yang harus ganti diganti. Hal yang sama di filter CVT. Bersihkan karburator atau throttle bodi. Bisa dengan menyemprotkan cleaner supaya kotoran atau kerak yang nempel luntur.

Suspensi
Periksakan suspensi depan dan belakang. Saat melaju kencang, kadang lubang di depan mata pun tak bisa terhindar. Tak hanya menyiksa shock breaker, malahan bisa merusak. Indikasi mudahnya dengan ritme ayunan saat melalui polisi tidur. Jika terasa sangat mengayun dan tidak meredam mantap. Artinya perangkat itu sudah lemah atau mungkin mati. Pengecekan juga bisa dilihat jika ada gemuk oli di stang peredam kejut.

Pengereman
Berikutnya periksa kampas rem depan dan belakang. Jangan menunggu permukaannya habis total. Kalau sudah tipis, lebih baik beli yang baru dan spare part asli. Parameternya mudah. Lihat saja jumlah minyak rem yang ada di dalam wadah kotak. Jika minyak berada di level bawah, bisa mengindikasikan kampasnya sudah tipis. Perlu dicatat, peranti penahan laju sangatlah penting. Sekencang apapun motor Anda bisa melaju, kalau tak bisa berhenti hanyalah “nol besar”.

Ban dan Pelek
Saat menerjang lubang di kecepatan tinggi, bagian ban dan pelek bisa terkena dampaknya. Semisal, ban jadi benjol atau bahkan bibirnya sobek. Untuk ban tubeless, ini berbahaya. Karena ada bagian permukaan yang tipis. Langsung saja tukar dengan yang baru.

Pelek pun juga begitu. Tak jarang akibat benturan tadi lingkarnya sudah tidak sempurna alias peang. Tentu saja ini membuat putaran roda tidak sempurna. Jika tak cepat diperbaiki atau diganti, bisa membahayakan si pengendara. 

Selain hal-hal penting tadi. Beberapa sektor pendukung juga perlu diperhatikan. Seperti kelistrikan motor, pencahayaan, kom steer, segitiga stang, kabel rem, kabel gas, kabel kopling serta beberapa peranti lainnya.

Cuci Motor
Hal sederhana yang dapat Anda lakukan setelah melakukan perjalanan jauh adalah mencuci motor. Selain untuk menjaga kebersihan dan penampilan, mencuci sepeda motor bertujuan untuk dapat mengecek secara detil kondisi bodi motor Anda. Sehingga, kerusakan yang sifatnya kasat mata dapat diketahui segera.

SHARE