Haruskah Tutupi Kebohongan Pasangan Demi Hubungan? - Male Indonesia
Haruskah Tutupi Kebohongan Pasangan Demi Hubungan?
MALE ID | Relationships

Setiap hubungan dekat akan melibatkan pemahaman bahwa pasangan akan berusaha melindungi satu sama lain. Namun, apa yang terjadi jika pasangan Anda melakukan perilaku yang menurut Anda tidak etis?

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Misalnya, suatu hari pasangan Anda ceritakan pengalamannya saat berbelanja oven pemanggang roti. Dalam ceritanya itu, ada seorang pedagang menagih kepada pasangan Anda dengan jumlah yang jauh lebih rendah dari harga di label untuk pembelian oven tersebut. Pasangan Anda mengetahui kesalahan itu, tetapi tidak memberitahukannya kepada pedagang. Dia pun membayar sesuai yang ditagih pedagang.

Mendengar cerita itu, Anda mungkin merasa tidak nyaman karena perilaku pasangan tidak benar secara moral. Seperti dicatat oleh Isabel Thielmann dari University of Koblenz-Landau dan rekannya (2021), “Kejadian seperti itu secara teratur melibatkan individu di luar mereka yang melakukan tindakan awal yang tidak etis, yaitu orang lain yang tetap diam atau berbohong untuk menutupi pelanggaran asli.”

Apa yang menyebabkan kegagalan moral ini? Mengapa orang menutupi kebohongan orang lain? Dilansir dari Psychology Today, Thielmann dkk menyatakan, ada dua kemungkinan alasan bahwa orang akan membuat keputusan untuk melindungi pembohong. Salah satunya didasarkan pada keinginan untuk memastikan bahwa individu tidak terlibat dalam masalah resmi, seperti dituduh melakukan kejahatan. Alasan kedua, menutupi perilaku tidak bermoral orang lain adalah karena Anda telah ditawari suap.

Dalam kasus pasangan Anda dengan penjual oven, pasangan Anda tidak mungkin menyuap Anda untuk mencegah Anda melaporkan insiden tersebut. Jadi penyuapan akan lebih mungkin terjadi jika pelanggar itu dari rekan lain atau bahkan seseorang yang tidak Anda kenal dengan baik.

Setelah mendengar cerita pasangan Anda itu, Anda membuat keputusan untuk membiarkan insiden tersebut tidak dilaporkan, maka ini membuat Anda terlibat dalam tindakan tersebut.

Namun, ada pula beberapa orang tidak akan berbohong untuk menutupi pelanggaran, tidak peduli seberapa besar mereka ingin melindungi pasangannya atau menguntungkan diri mereka sendiri.

Menurut model struktur kepribadian “HEXACO”, orang-orang ini akan memiliki dimensi “kejujuran-kerendahan hati”. Jika Anda mendapat skor pada akhir positif dari skala ini, kemungkinan Anda akan bersikeras agar pasangan Anda mengakui kesalahannya dan kembali kepada pedagang oven untuk membayar kekurangannya.

Memang, jika pasangan Anda melakukan kebohongan kepada penjual oven, kecil kemungkinannya tindakan kriminal akan diambil karena menerima harga yang lebih rendah dari harga label yang tertera adalah “kesalahan yang jujur”.

Mungkin sudah terlambat bagi Anda untuk memperbaiki keadaan dengan pemanggang roti itu beberapa hari setelah kejadian. Tetapi situasi ini dapat memberi Anda kesempatan untuk berdiskusi secara menyeluruh dengan pasangan Anda tentang bagaimana menghindari masalah ini di masa depan.

Anda ingin melindungi pasangan Anda dan Anda juga ingin melindungi hubungan Anda. Jika pasangan Anda menutup-nutupi sebagai kesempatan untuk menguji seberapa besar Anda peduli, itu bisa menempatkan Anda dalam dilema yang sulit.

Singkatnya, keputusan untuk tetap setia kepada pasangan Anda terkadang bertentangan dengan keinginan Anda untuk jujur. Namun ingat, Anda dapat mempertahankan hubungan dan integritas Anda setelah Anda memahami cara menghindari pengambilan keputusan yang pada akhirnya dapat merugikan Anda berdua.

Penelitian tentang kesetiaan yang tidak etis menunjukkan bagaimana orang-orang yang berskala kejujuran dan kerendahan hati menolak terjerat dalam kebohongan. Jadi, menjaga integritas Anda sering kali merupakan cara terbaik untuk menjaga hubungan Anda.

SHARE