Clara, Attitude Lebih Penting dari Tampan & Kaya - Male Indonesia
Clara, Attitude Lebih Penting dari Tampan & Kaya
MALE ID | Women Chat

Keputan besar saat orang dimabuk cinta adalah berhubungan seks pada kencan pertama. Dan itu adalah pilihan yang perlu dipikirkan matang-matang sebelum melakukannya. Begitulah kata Clara, seorang wanita cantik model boudoir photography.   

Photo: doc. pribadi/ist

Boudoir photography merupakan gaya fotografi yang menampilkan gambar-gambar intim, romantis, dan kadang-kadang erotis dari subjeknya. Pemotretan ini terutama ditujukan untuk kesenangan pribadi subjek dan/atau pasangan romantisnya. 

Clara mengakui, bahwa gaya photography satu ini di Jakarta masih sedikit peminatnya. Kebanyakan lebih pada gaya photography sensual. "Menurutku ini lebih kental dengan seni," ucapnya kepada MALE Indonesia

"Kalau misal ini (boudoir) seperti pornografi, menurutku itu kembali ke pribadi orangnya masing-masing ya. Tapi kalau tujuannya aku memang ke art. Karena kalau seni itu setiap orang berhak punya seninya sendiri-sendiri," tutur Clara.

Jadi Lebih Mencintai Diri Sendiri
Pertama kali kenal gaya boudoir photography, kata Clara, dari ajakan seorang fotografer kenalannya untuk mengumpulkan portfolio. Pada awalnya, Clara belum tahu banyak soal gaya photography itu, karena Clara banyak melakukan foto kasual dengan spot tempat-tempat tongkrongan di Jakarta. 


Photo: doc. pribadi/ist

"Aku sebagai teman awalnya bantu sebisa aku, terus aku ditawarin boudoir waktu itu. Aku liat art banget, lebih ke black and white, bukan ke sensual, jadi aku setuju. Soalnya aku juga suka sih sama yang berbau tentang seni seperti itu," cerita wanita asal Jawa Tengah itu.

Tak dipungkiri, kata dia, komen sensitif dan negatif ada saja saat hasil foto-fotonya diunggah di media sosial (medsos) Instagram. "Ada aja sih, tapi itu kayak 1% aja, soalnya aku selalu filter orang-orang yang follow aku. Jadi kalau misal aku rasa ini orang kayaknya dia punya pemikiran beda sama di page (medsos) aku, aku block," jelasnya.

Awalnya juga, lanjut Clara, dari keluarga ikut komentar dari hasil foto-foto yang ada di medsos, tapi setelah dijelaskan, mereka mengerti. "Aku coba jelasin art yang aku ambil. Di mana ini bukan soal seksualitas atau menjual badan aku atau apa, tapi ke art pandangan kitanya. Bahkan seni Eropa zaman renaissance juga seperti di lukisan-lukisannya hampir tidak memakai baju, dan itu menurut aku seni, dan seni orang memang beda-beda," ujarnya.

Selain itu, Clara mengaku setelah melihat hasil foto gaya boudoir ini memiliki dampak besar terhadap dirinya sendiri. Bisa lebih percaya diri dan mencintai diri sendiri. "Awalnya aku insecure sama tubuh aku, aku ngerasa perutku buncit, dan lain sebagainya. Tapi pas liat hasilnya, malah aku lebih cinta sama diri sendiri. Rasanya kaya mau pacarin aja, gitu," ungkapnya sambil tertawa.

Attitude Lebih Penting Daripada Tampang dan Harta
Setiap wanita memiliki tipe pria masing-masing memang. Begitu juga dengan Clara. Wanita yang hobi membuat video ini juga menjabarkan tipe pria seperti apa yang menurutnya terbaik untuk bisa diajak menjadi seorang kekasih.

Warna fisik baginya tidak begitu penting. Hal paling utama yang dilihat dari fisik seorang pria dari mata Clara adalah bersih, rapi, dan tinggi. "Tampan itu bukan berarti harus punya kulit putih. Yang penting keliatan bersih, enggak dekil. Karena ada kulitnya putih tapi keliatan dekil, dan yang warna kulitnya agak gelap tapi bersih," kata dia. "Jadi kalau kelihatannya gak dekil, bisa dinilai kalau orang ini, pinter buat jaga kebersihan, itu lebih aku suka sih," lanjutnya.

Dari segi karakter sendiri. Clara mengaku menyenangi pria yang gentleman. Maksudnya, kata dia, pria yang gentleman adalah pria yang bisa memperlakukan wanita dengan benar, sangat hati-hati, dan sopan. "Attitude itu penting buat aku. Kalau misal ganteng dan kaya tapi enggak ada attitude, menurut aku enggak sih," ucapnya.

Misalnya, kata dia, seperti saat menjemput pria itu rela membukakan pintu mobil untuk pasangannya. Menurutnya ini bukan perempuan itu harus dijadikan ratu, tapi hal kecil yang sangat berbarti buat wanita dan menandakan pria ini respek. "Hal kecil tapi penting," katanya.

"Attitude seorang pria bisa dilihat ketika bersikap terhadap karyawan restoran saat makan, sikap dia ke abang parkir, dan lain sebagainya. Kalau dia memperlakukan pegawai dengan kurang baik atau sombong, menurutku attitude-nya kurang, dan aku gak suka," jelasnya.

Berhubungan Seks di Kencan Pertama
"Aku enggak setuju dengan hubungan seks di kencan pertama," ujarnya singkat. 

Menurutnya, mengenali lebih dulu karakter pria jauh lebih penting ketimbang harus berhubungan seks di awal. Apalagi masih dalam takaran kencan pertama. "Minimal enam bulan pertama harus tau seluk beluk si pria. Jangan dulu mau tidur bareng, jangan mau tinggal bareng dulu," ucapnya tegas.


Photo: doc. pribadi/ist

Karena, lanjut Clara, pria akan lebih mudah untuk meninggalkan wanita ketika dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan dari wanitanya. Selain itu, wanita juga akan tidak diharagi setelahnya. Lebih-lebih bakal tidak lagi memperlakukan wanita layaknya ratu. Bahkan bisa diselingkuhi atau ghosting. "Jadi harus dipikirkan matang-matang," terangnya.

Beda halnya ketika untuk ciuman. Hal ini tergantung suasana yang dibangun oleh pria itu sendiri. Tentu, kata dia, setelah masing-masing (baik pria dan wanita) sudah mengungkapkan perasaannya masing-masing dan sudah berkomitmen. 

"Karena ada pria yang manipulatif, mereka bisa sangat perhatian selama tiga bulan, tapi setelah having sex meraka bakal berubah. Bahkan untuk ketemu saja kalau mau having sex aja. Walau memang akhirnya bakal kesana, tapi aku nyari cowok yang tujuan awalnya bukan untuk having sex aja," ujarnya. "Jadi aku selektif banget untuk urusan milih cowok," tandasnya.

SHARE