Tanda Ada Masalah Komunikasi dalam Suatu Hubungan - Male Indonesia
Tanda Ada Masalah Komunikasi dalam Suatu Hubungan
MALE ID | Relationships

Hubungan cinta menjadi luar biasa ketika segala sesuatunya berjalan lancar, tetapi ketika masalah dimulai, komunikasi yang sering tidak sehat dapat menyebabkan lebih banyak kerugian. Sayangnya, kebiasaan tidak sehat ini dapat membawa ke siklus tidak produktif yang membawa pergumulan dan rasa sakit yang tidak perlu ke dalam hubungan romantis.

Photo by Toa Heftiba on Unsplash

Saat Anda menyadari ada tanda-tandanya, berusahalah untuk tetap menilai diri sendiri atau pasangan Anda di samping. Semakin objektif Anda, semakin bermanfaat wawasan Anda. Ingat, tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran Anda dengan cara yang positif, jadi mengutip laman Mindbodygreen, berikut ini tanda-tanda bagaimana hubungan Anda ada masalah komunikasi di dalamnya.

Satu Orang Perlu Menang
Jika Anda menemukan bahwa Anda fokus atau pasangan Anda berfokus pada kemenangan, mendapatkan apa yang Anda inginkan atau menjadi "benar" dalam pertengkaran, Anda berada di jalur yang salah. Komunikasi yang sehat berfokus pada sikap kolaboratif dan saling menguntungkan yang memberi ruang bagi perspektif kedua individu.

Menyalahkan
Ketika salah satu atau kedua pasangan memiliki kebiasaan menyalahkan, komunikasi dan hubungan bisa menurun. Daripada menyalahkan atau mempermalukan pasangan, fokuslah pada sifat masalah itu sendiri, bukan menyerang orang yang membuat kesalahan.

Kritik Bukan Umpan Balik yang Sehat
Meskipun banyak orang sensitif untuk menerima umpan balik, hampir tidak ada yang senang dikritik. Perbedaan antara keduanya bisa terang-terangan atau tidak kentara, jadi biasakanlah untuk memberikan umpan balik yang positif dan sehat daripada kritik negatif.

Kontak Mata dan Bahasa Tubuh tidak Aktif
Bahasa tubuh terkadang bisa berbicara banyak. Sangat mudah untuk menyelinap ke dalam kebiasaan negatif selama percakapan dengan pasangan. Dari memutar mata dan membuang muka hingga melipat tangan atau menjauh selama percakapan, bahasa tubuh yang negatif dapat menandakan sikap tidak hormat, iritasi, kemarahan, dan sikap meremehkan. 

Perilaku halus dan tidak terlalu halus ini adalah cara pasif-agresif untuk mengendalikan percakapan dengan cara yang sangat negatif. Komunikator yang sehat cenderung fokus pada pembicara, melakukan kontak mata-ke-mata yang baik, dan bersandar secara fisik selama percakapan.

Ada Titik Marah, Pasif-Agresif, atau Pasif
Ketika amarah, agresivitas pasif, atau perilaku pasif menjadi norma, komunikasi positif hampir tidak mungkin dilakukan. Komentar marah atau serangan verbal adalah tanda masalah. Sarkasme dan lelucon yang dijadikan senjata merupakan strategi pasif-agresif yang menciptakan dinamika. Dan perilaku pasif, tidak mengatakan kebenaran atau menutup diri menghalangi komunikasi yang sehat.

Perselisihan Jadi Perkelahian
Sebagai orang yang sangat yakin bahwa pasangan dalam hubungan yang sehat cenderung tidak setuju daripada bertengkar, penting untuk memperhatikan apakah perbedaan pendapat dengan cepat meningkat menjadi pertengkaran. 

Perkelahian menciptakan suasana seperti perang di mana kemarahan dan kebencian berkembang, perkelahian jarang berakhir dengan solusi positif. Namun, ketidaksepakatan sering kali membawa pasangan ke dalam ruang perasaan saling dilihat dan didengar. Pasangan-pasangan ini tahu bahwa mereka dapat dengan aman tidak setuju pada suatu topik tanpa diserang.

Teknologi Mengganggu Tatap Muka
Dari ponsel dan komputer hingga layar televisi yang selalu ada, mudah tersesat di dunia teknologi. Jika Anda mendapati diri Anda mundur ke teknologi (atau aktivitas lainnya) demi waktu tatap muka dengan pasangan Anda, itu pertanda bahwa komunikasi Anda di mana keinginan untuk benar-benar terikat dengan pasangan Anda sedang menderita. Dan komunikasi yang intim, seperti keterampilan apa pun, membutuhkan latihan teratur agar tetap dalam kondisi yang baik.

SHARE