Asap Rokok Bisa Turunkan Imun Tubuh Lawan Covid - Male Indonesia
Asap Rokok Bisa Turunkan Imun Tubuh Lawan Covid
MALE ID | Sex & Health

Dokter spesialis paru mengungkapkan terpapar asap rokok dari perokok terbukti dapat menurunkan sistem imunitas khususnya kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan penularan virus SARS CoV 2 penyebab Covid-19.

Photo by Dziana Hasanbekava from Pexels

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI) Dr Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR, FISR, dalam keterangannya menyebutkan, perokok aktif ataupun perokok pasif yang terpapar asap rokok lebih berisiko tertular Covid-19 karena sistem imunnya lebih lemah dari orang yang bebas dari asap rokok.

“Asap rokok terbukti menurunkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh  terutama sistem saluran napas. Imunitas penting untuk cegah infeksi,” kata Agus. "Kalau orang merokok berkali-kali itu akan mematikan sistem sel imun pernapasan," ujarnya menambahkan.

 
 
Dia menjelaskan penyebab tingginya risiko tersebut karena asap rokok terbukti mengganggu proses migrasi sel imunitas ketika terjadi infeksi di dalam tubuh. Sehingga fungsi sel imunitas juga menurun dalam membentengi tubuh dari virus.

Ketika imunitas pernapasan terganggu, dapat membuat risiko terjadinya akumulasi virus, bakteri yang masuk saluran pernapasan dan menyebar ke tempat lain. Dia mengatakan, perokok juga memiliki reseptor ACE-2 lebih banyak dibandingkan yang tidak merokok.

Reseptor ACE-2 adalah reseptor yang sama yang dimiliki virus SARS CoV 2 sehingga menjadi tempat untuk penularan. "Seorang perokok berisiko tinggi dan menjadi lebih berat bila terkena Covid-19 karena memiliki jumlah reseptor yang lebih banyak dibandingkan yang bukan perokok," ujarnya.

Selain itu, perokok juga lebih banyak terserang oleh berbagai penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit jantung dan lainnya. Sementara Covid-19 menjadi lebih berbahaya ketika menulari orang yang memiliki penyakit komorbid tersebut.

Untuk itu, dia meminta perokok untuk berhenti merokok sebagai upaya menjaga daya tahan tubuh tetap baik di tengah pandemi. "Kebiasaan merokok orang Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi dunia. Padahal, rokok itu memiliki hubungan yang sangat erat terhadap risiko COVID-19," kata dia.

Agus mengatakan, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi, masyarakat harus tetap waspada. "Hari ini saja mencapai 5.000-an kasus," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menunjukkan kasus aktif Covid-19 di Indonesia pada Rabu (31/3) mencapai 122.524 orang setelah terjadi penambahan kasus baru sebanyak 5.937 orang.

Selain itu, terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 5.635 orang dan 104 pasien meninggal dunia. Dengan penambahan tersebut total tercatat 1.511.712 kasus Covid-19 di Indonesia sejak pasien pertama terkonfirmasi di Tanah Air pada Maret 2020. Di antaranya, 1.348.330 orang telah dinyatakan sembuh dan 40.858 orang meninggal dunia.

SHARE