Awal Mula Ejaan Bahasa Inggris Berbeda di Amerika - Male Indonesia
Awal Mula Ejaan Bahasa Inggris Berbeda di Amerika
MALE ID | Story

Dua orang menggunakan satu bahasa dengan arti yang sama, tetapi ejaannya berbeda, misalnya “center dan centre”, “color dan colour”, atau “realize dan realise”. Mengapa ada begitu banyak perbedaan antara ejaan Inggris dan Amerika?

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Fonologi, kosakata, dan gramatika bahasa Inggris Amerika saat ini memang berbeda dari bahasa asalnya. Selama berabad-abad, bahasa Inggris Amerika menjadi dialek sendiri dan tumbuh seiring budaya Amerika.

Setiap kata memiliki sejarah unik sendiri. Awalnya, bahasa Inggris Amerika dan Inggris British merupakan bahasa yang sama. Sekitar abad 17, orang-orang Inggris yang pertama berlayar ke Amerika membawa bahasa Inggris yang asli.

Sebelumnya, di abad 11, bahasa Prancis banyak mempengaruhi kosakata bahasa Inggris. Bahasa tersebut kemudian banyak digunakan di lingkungan sekolah, universitas hingga pengadilan.

Kemudian pada abad 17 di Inggris, ada tren menggunakan beberapa ejaan Prancis dalam bahasa Inggris. Karena letaknya yang jauh, orang Inggris yang berada di Amerika masa itu tidak mengikuti tren ini.

Setelah Inggris menjajah Amerika, bahasa Inggris Amerika menjadi benar-benar berbeda dari Inggris British. Ada perbedaan dalam pengucapan dan kosakata, sama seperti yang Anda temukan dalam Bahasa Inggris Australia, Skotlandia, dan Irlandia.

Penggerak utama dalam “drama transatlantik” ini adalah leksikografer Amerika abad ke-19, Noah Webster. Ketika Inggris melakukan kolonialisme di Amerika, hal ini membawa pemikiran Webster untuk menemukan identitas sendiri sebagai orang Amerika. Sekaligus ingin menunjukkan kemerdekaan Amerika dari bekas kekuasaan Inggris.

Karyanya yang terkenal Webster’s Dictionary merupakan kamus bahasa Inggris terbaik pada masanya. Sejarah mencatat, Webster berjasa membakukan ejaan dan pelafalan bahasa di Amerika Serikat.

Dilansir dari Live Science, dalam “A History of English Spelling” (Universitas Manchester, 2011) oleh DG Scragg, menyebutkan kamus yang disusun Webster tahun 1828 yaitu An American Dictionary of The English Language, sebagian besar bertanggung jawab dalam menstandarkan ejaan bahasa Inggris Amerika.

Webster memilih bentuk kata yang disukainya, membenarkan pilihannya dengan berbagai cara, tetapi sebagian atas dasar nasionalis bahwa ia ingin ejaan Amerika dibedakan dari, dan (menurutnya) lebih unggul dari ejaan Inggris.

“Sejak buku itu berhasil membangun otoritasnya di Amerika Serikat, (ejaan Webster) secara umum diakui sebagai bentuk Amerika,” tulis Scragg. Menurut dia, Webster adalah orang pertama yang membedakan antara penggunaan Inggris dan Amerika. Juga sering kali Webster yang memilih varian dari dua ejaan dalam penggunaan bahasa tersebut yang kemudian lebih disukai di Amerika Serikat pada awal abad 19. Dia telah memengaruhi perkembangan ejaan Inggris British menjadi Inggris Amerika.

Bahkan beberapa perubahan ejaan Webster itu menyebar ke Inggris. Seperti menghilangkan "k" di akhir kata musick menjadi music, atau publick menjadi public. Meski banyak bentuk ejaan Webster pada awalnya diterima di Inggris, namun semakin jarang digunakan di Inggris dari waktu ke waktu. Karena dianggap sebagai "Amerikanisme".

Tetapi pengaruh Amerika untuk bentuk kata-kata yang lebih ekonomis sulit dihindari di Inggris, seperti kata programme menjadi program.

“Meskipun ketidaksukaan meluas terhadap bentuk-bentuk Amerika yang lazim di Inggris, tampaknya penerbit pada akhirnya tidak bisa menolak penghematan tenaga kerja, kertas, tinta, dan pengaturan jenis yang terlibat dalam formulir yang dipersingkat, ” tulis Scragg.

Dia mencatat bahwa banyak tabloid Inggris kini telah menghilangkan bentuk kata-kata yang lebih panjang, sementara surat kabar masih melekat pada Inggris British.

SHARE