Cara Lain Agar tidak Kecanduan Smartphone - Male Indonesia
Cara Lain Agar tidak Kecanduan Smartphone
MALE ID | Digital Life

Perkembangan teknologi saat ini membuat hampir semua orang dewasa tidak bisa jauh dari smartphone. Meski bermanfaat, penggunaan telepon genggam (handphone) secara berlebihan berpengaruh negatif. Salah satunya Nomophobia, yakni rasa takut atau cemas jika berjauhan dari smartphone.

Photo by Afta Putta Gunawan from Pexels

Dilansir dari Healthline, para ilmuwan di University of Washington (UW) menemukan serangkaian pemicu, yang dimiliki oleh semua kelompok umur, terkait kecanduan penggunaan smartphone. Hasilnya ada beberapa pemicu mengapa orang bisa kecanduan. 

Pertama yang bikin kecanduan itu adalah kegiatan seperti menunggu untuk bertemu seseorang, situasi canggung secara sosial, menunggu pesan atau pemberitahuan yang diantisipasi, hingga memerhatikan konten yang ditonton berulang. 

Lalu bagimana cara mengatasinya ketika sudah terlanjut kecanduan smartphone? Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini cara mengatasinya.

Kenali Pemicu
Kenali pemicu yang membuat Anda meraih smartphone Anda. Apakah saat kesepian atau bosan? Jika berjuang dengan depresi, stres, atau kecemasan, misalnya, penggunaan smartphone yang berlebihan mungkin merupakan cara untuk menenangkan suasana hati yang sulit. Alih-alih membuka smartphone, temukan cara yang lebih sehat dan lebih efektif untuk mengatur suasana hati, seperti berlatih teknik relaksasi.

Perbanyak Bersosialisasi dengan Teman
Langkah pertama dalam mengatasi kecanduan smartphone adalah memperbanyak waktu bersosialisasi dengan teman. Untuk merealisasikan hal tersebut, Anda bisa mengatur jadwal liburan bersama atau sekedar berkumpul di akhir pekan. Jika selalu sendirian, Anda akan selalu merasa kesepian. Hal tersebut akan berujung untuk bermain smartphone

Saat memutuskan untuk berkumpul bersama teman-teman, cobalah untuk tidak mengeluarkan smartphone masing-masing. Gunakan waktu berkumpul untuk mengobrol dan bersenda gurau. Jangan sampai smartphone menjauhkan orang terdekat yang sudah ada di depan mata. 

Hindari grup email
Mengirim satu surat elektronik atau email melalui grup memang mudah dan dapat mempersingkat waktu. Akan tetapi, surel bisa terkirim kepada orang-orang di dalam grup yang sebenarnya tidak perlu menerima surel tersebut. Selain itu, percakapan yang muncul dari balasan-balasan banyak orang terhadap surel tersebut bisa menjadi distraksi tersendiri.

Coba ciptakan komunikasi lewat surel yang lebih fokus dan padat. Libatkan orang-orang yang memang penting untuk menerima surel tersebut. Dengan cara ini, distraksi dari surel bisa diminimalisir.

Batasi Pekerjaan Hanya pada Waktu Kerja
Smartphone bisa digunakan untuk mengakses surel, telepon, hingga pesan singkat kapan saja dan di mana saja. Hal ini terkadang dimanfaatkan oleh rekan kerja untuk mengirimkan surel, melakukan telepon, hingga berpesan singkat mengenai urusan pekerjaan di luar jam-jam kerja yang normal.

Beri batasan kepada diri sendiri untuk tidak merespons urusan pekerjaan pada waktu yang tidak seharusnya. Misalnya, membuat batasan dengan hanya merespon pekerjaan dari jam 07.00 pagi sampai 19.00 malam.

Buat Aarea Bebas Smartphone di Rumah
Melepaskan diri dari Smartphone di masa pandemi Covid-19 memang bukan hal mudah. Akan tetapi, bukan berarti hal tersebut mustahil untuk diwujudkan.

Coba berdiskusi dengan keluarga untuk menentukan ruangan apa saja di rumah yang bisa menjadi ruangan bebas Smartphone. Misalnya, ruang makan, kamar tidur, atau bahkan di dalam mobil.

Jauhi Smartphone Jelang Jam Tidur
Paparan sinar biru dari layar Smartphone dapat mempersulit seseorang untuk tidur. Oleh karena itu, Smartphone sebaiknya tidak digunakan minimal satu jam sebelum tidur.

SHARE