Dampak Positif Mengumpat Menurut Sains - Male Indonesia
Dampak Positif Mengumpat Menurut Sains
MALE ID | Sex & Health

Mengatakan umpatan/cacian/makian memang tidak dianjurkan. Namun terkadang kita melontarkan umpatan sebagai cara sederhana untuk mengungkapkan perasaan saat sedang kesal atau sebagai bentuk pelampiasan dari tekanan.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Di sisi lain, ternyata mengumpat ada manfaatnya. “Dari segi kesehatan, manfaat mengumpat meliputi peningkatan sirkulasi, endorfin, serta memberikan ketenangan, kontrol dan kesejahteraan diri,” kata Neel Burton, psikiater di Inggris dan pengarang buku “Heaven and Hell: The Psychology of the Emotions”.

Selain itu, penelitian ilmiah berikut ini pun membuktikan bahwa jika kita sesekali mengumpat, juga ada dampak positifnya.

Tanda Kecerdasan

Menurut sains, mengumpat mungkin berarti Anda cerdas. Peserta diberi tugas untuk membuat daftar semua kata yang dimulai dengan F, A, atau S yang bisa mereka pikirkan dalam satu menit.

Setelah itu, mereka diberi waktu tambahan untuk memikirkan kata-kata makian yang diawali dengan tiga huruf yang sama. Hasil penelitian ini adalah orang yang paling bisa memikirkan kata-kata F, A dan S juga paling banyak menghasilkan kata-kata umpatan.

Beberapa studi mengatakan bahwa kelancaran kita mengumpat dengan kata-kata tabu berhubungan dengan kosa kata yang luas. Para peneliti yang mempelajari studi ini juga mengatakan, kebiasaan mengumpat berkaitan dengan IQ tinggi.

Integritas Tinggi

Dalam tiga rangkaian penelitian yang dilakukan pada tahun 2017, dilansir dari brightside, ditemukan hubungan positif antara kata-kata umpatan dan kejujuran. Mereka juga mengungkapkan bahwa orang yang mengumpat lebih sedikit berbohong pada tingkat interpersonal, dan memiliki tingkat integritas yang lebih tinggi secara keseluruhan.

Mengurangi Rasa Nyeri

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa mengumpat dapat mengurangi rasa nyeri. Mengumpat dapat mengaktifkan respons fight-or-flight, yang memicu pelepasan hormon adrenalin di dalam tubuh. Hormon ini mampu menumpulkan rasa nyeri.

Studi itu menunjukkan bahwa orang yang memasukkan tangan mereka ke dalam air dingin dan menggunakan kata-kata umpatan dapat merasakan lebih sedikit rasa sakit dan menahan tangan mereka di dalam air lebih lama daripada orang yang tidak menggunakan kata-kata tersebut.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa orang yang bersepeda dan mengayuh pedalnya melawan hambatan memiliki lebih banyak tenaga dan kekuatan saat mereka mengumpat daripada orang yang hanya menggunakan kata-kata netral.

Efek Katarsis

Menggunakan kata-kata umpatan memungkinkan kita untuk mengekspresikan berbagai macam emosi. Ini memungkinkan kita untuk mengomunikasikan perasaan kita dengan cepat dan efektif.

Sains menegaskan bahwa hal itu benar-benar memiliki efek katarsis yang positif pada kita. Katarsis secara psikologi adalah cara pengobatan orang yang berpenyakit saraf dengan membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dengan bebas.

Mengumpat bisa membantu orang melampiaskan amarah tanpa melibatkan kekerasan. Jadi, mengumpat menjadi suatu pelepasan yang lebih sehat untuk mengeluarkan emosi negatif.

Sesekali berkata kasar dapat memudahkan seseorang melampiaskan amarah terhadap orang lain maupun situasi, tanpa membutuhkan suatu kekerasan atau melakukan hal-hal berbahaya.

Tingkatkan Produktivitas Kerja

Menurut penelitian, umpatan dalam bentuk olok-olok di tempat kerja berdampak positif terhadap suasana.

“Penelitian menunjukkan bahwa mengumpat dapat membantu 'membangun' tim,
 tulis Emma Bryne dalam jurnal ilmiah karyanya yang berjudul “Swearing Is Good for You: The Amazing Science of Bad Language”.

“Dari lantai pabrik, ke ruang operasi, para ilmuwan telah menemukan tim yang berbagi bahasa-bahasa vulgar ternyata bekerja lebih efektif, merasa lebih dekat, dan menjadi lebih produktif daripada mereka yang tidak,” kata Bryne.

SHARE