Wanita Kulit Hitam Pertama Peraih Gelar Dokter - Male Indonesia
Wanita Kulit Hitam Pertama Peraih Gelar Dokter
MALE ID | Story

Dia dikenal sebagai wanita Afrika-Amerika pertama penyandang gelar dokter medis di Amerika Serikat yang concern mendedikasikan profesinya untuk merawat kesehatan orang-orang kulit hitam pada abad 19.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Dr Rebecca Lee Crumpler (lahir dengan nama Rebecca Davis) dilahirkan pada 8 Februari 1831 di Delaware, dari pasangan Absolum Davis dan Matilda Webber.

Masa kecil Crumpler dibesarkan oleh seorang bibinya di Pennsylvania. Bibinya ini sering merawat warga kota yang sakit. Dalam pengantar bukunya, “A Book of Medical Discourse: In Two Parts (1883)” Crumpler menulis, waktu yang dia lewati bersama bibinya itulah yang kemudian menginspirasinya terjun ke dunia medis.

“Setelah dibesarkan oleh seorang bibi yang baik hati di Pennsylvania, yang selalu dicari orang sakit, saya sejak awal menyimpan rasa suka, dan mencari kesempatan untuk berada dalam posisi bisa meringankan penderitaan orang lain,” tulis Crumpler, dilansir dari Medical News Today.

Antara tahun 1852 dan 1860, Crumpler bekerja di lingkungan Charlestown di Boston. Di sini dia magang sebagai perawat medis, membantu banyak dokter di daerah tersebut. Karena bakatnya, Crumpler diberi rekomendasi untuk bersekolah oleh dokter tempatnya magang.

“Dari para dokter ini saya menerima surat yang merekomendasikan saya sekolah ke New England Female Medical College. Empat tahun kemudian, saya menerima gelar doktor bidang medis,” lanjutnya.

Sekitar tahun itu, ada 54.543 dokter di Amerika Serikat, 300 di antaranya adalah wanita. Tetapi tak satu pun dari mereka orang Afrika-Amerika. Itu sebabnya, Rebecca Lee Crumpler menjadi wanita kulit hitam pertama bertitel dokter medis di AS.

Setelah Amandemen Ke-13 yang menghapus perbudakan di AS pada Desember 1865, Crumpler pindah ke Richmond dan bekerja di Freedmen’s Bureau. Lembaga ini

menawarkan berbagai bantuan kemanusian, terutama kepada orang-orang yang pernah diperbudak.

Crumpler juga satu-satunya dokter wanita kulit hitam yang dikenal dan dipekerjakan di biro itu. Tugasnya merawat orang kulit hitam yang mengalami perbudakan.

Dalam bukunya “A Book of Medical Discourse” Crumpler melawan gagasan rasis bahwa orang kulit hitam Amerika lebih mungkin jatuh sakit dan mati karena mereka secara fisiologis berbeda dari orang kulit putih Amerika.

Dia melihat, komunitas kulit hitam memiliki peningkatan risiko epidemi penyakit cacar karena kondisi kehidupan yang genting. Dia pun menuliskan, infeksi dapat dicegah dengan mengambil tindakan yang tepat.

Di buku itu dia juga menasihati dan mengajarkan wanita kulit hitam untuk menjaga kesehatan mereka sendiri, serta anak-anak mereka.

Tentang rumah tangganya, Crumpler menikah dua kali. Pertama dengan Wyatt Lee pada 19 April 1852, di Charlestown. Namun Lee meninggal tahun 1863.

Ketika lulus dari New England Female Medical College, dia menikah dengan Arthur Crumpler. Kabar menyebutkan, pasangan ini dikaruniai satu anak, Lizzie Sinclair Crumpler.

Setelah bekerja di Freedmen’s Bureau, pada 1869 Crumpler kembali ke Boston. Dia tinggal di 67 Joy Street, Beacon Hill, lingkungan yang didominasi orang kulit hitam. Di sini dia merawat pasien tanpa memandang apakah mereka mampu membayarnya.

Crumpler meninggal di Boston pada 9 Maret 1895, dalam usia 64 tahun. Dia dimakamkan di pemakaman Fairview Cemetery.

Terlepas dari semua dedikasi itu, hingga kini sejarawan belum dapat mengidentifikasi wajah sebenarnya Dr Rebecca Lee Crumpler. Meski terdapat gambar yang diduga dirinya beredar di internet, tetapi seperti apa rupa aslinya tetap menjadi misteri.

SHARE