Berwisata di Tengah Covid-19 Ala Nicholas Saputra - Male Indonesia
Berwisata di Tengah Covid-19 Ala Nicholas Saputra
MALE ID | Relax

Nicholas Saputra rupanya bukan hanya piawai berakting di depan kamera. Pemeran Rangga dalam film Ada Apa Dengan Cinta itu juga dikenal sebagai publik figur yang doyan traveling.

Photo by Content Pixie from Pexels

Sebagai traveler, Nicholas Saputra, memiliki beberapa tips dan ide berwisata di tengah suasana pandemi Covid-19 seperti saat ini. Salah satunya dengan menyiapkan tema atau hal apa yang akan dilakukan ketika berada di lokasi. Hal tersebut bertujuan agar traveler memiliki aktivitas terstruktur serta memiliki pengalaman yang lebih banyak.

Selain itu, ia juga mengatakan harus tetap memprioritaskan protokol kesehatan. Bahkan, lebih spesifik lagi, Nicholas menyarankan agar menentukan destinasi wisata yang lebih sepi dan menentukan tema wisata di awal sebelum bepergian.

"Di saat seperti ini, refreshing itu memang diidam-idamkan, biasanya kalau kita wisata ke lokasi yang ada daya tarik orang-orang berkumpul misalnya untuk menonton konser, kali ini coba cari lokasi wisata yang di dalam kota saja atau luar kota yang enggak jauh dari kota tempat tinggal," kata Nicholas dalam jumpa pers daring Inovasi Berbasis Teknologi dan Prediksi Tren Perjalanan Traveloka 2021.

Staycation, kata dia, adalah ide yang bagus untuk dilakukan saat pandemi. "Staycation dalam kota yang bisa memberikan kebutuhan misal kebutuhan keluarga, cari tempat yang bisa olahraga dan ruang bermain anak," katanya.

Riset untuk mengenali tempat-tempat lokasi staycation juga diperlukan, menurut pemeran Rangga dalam film AADC (2012) itu. Lebih lanjut, pria peraih Piala Citra untuk Aktor Terbaik 2005 lewat film Gie itu juga menyarankan agar membatasi interaksi dengan orang di luar anggota keluarga saat berwisata di kala pandemi. 

Misalnya dengan roadtrip menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa vila atau rumah yang lebih menjamin privasi. "Hal-hal itu bisa jadi pilihan, tapi menurut saya prioritas sehat dulu deh baru travelling lagi, kita semua kan ingin kurva pandemi landai," katanya.

Tak dipungkiri, saat pandemi Covid-19 terjadi pergeseran makna liburan di masyarakat. Masyarakat tak lagi memandang liburan sebagai ajang sosialisasi namun lebih kepada penyegaran dari rasa jenuh demi kesehatan mental.

"Ada shifting keinginan berlibur misal di tahun-tahun sebelumnya adalah melihat pertunjukan, aktivitas kumpul banyak orang itu mungkin daya tarik ketika liburan tapi sekarang orang liburan ingin refreshing, membiarkan diri bergerak, tentu banyak yang berubah," tutur Nicho.

SHARE