The Silent Killer Dapat Dideteksi Sedini Mungkin - Male Indonesia
The Silent Killer Dapat Dideteksi Sedini Mungkin
MALE ID | Sex & Health

Penyakit ginjal kerap disebut sebagai the silent killer. Karena penderita penyakit ginjal tidak akan merasakan gelaja tertentu. Tiba-tiba penderita sudah memasuki stadium lanjut. Mengagetkannya fungsi ginjal pun tidak terasa telah menurun.

Male IndonesiaPhoto by cottonbro from Pexels

Ginjal sendiri memiliki peranan penting dalam sistem metabolik tubuh manusia. Selain menjadi organ penyaring racun dan zat-zat sisa dalam darah, ginjal juga berfungsi menjaga keseimbangan volume dan komposisi cairan tubuh, mengatur keseimbangan asam-basa, konsentrasi elektrolit, pengaturan tekanan darah dan memproduksi vitamin D aktif yang membantu mempertahankan tulang yang sehat.

Setiap hari, ginjal menyaring 180 liter darah. Ginjal menerima 100-120 ml darah per menit dimana jumlah ini sangat besar dibandingkan dengan ukurannya yang kecil. Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap harinya ginjal menyaring darah sebanyak 50 kali dalam sehari.

Mengingat betapa pentingnya fungsi ginjal dalam tubuh kita, Dr. Dharmeizar, SpPD-KGH menjelaskan bahwa agar penyakit ginjal kronis tidak terjadi, maka biasakan hidup sehat. Dharmeizar juga menjelaskan bahwa penyakit ginjal kronis, baru kelihatan gejalanya ketika fungsi ginjal menurun hingga 25%.

Gejala

Meski tidak berasa adanya gagal ginjal, namun Anda mesti waspada jika terjadi hal-hal tidak biasa dalam tubuh Anda. Di antara gejala yang perlu diwaspadai sebagai penanda awal gangguan ginjal adalah cepat lelah, nafsu makan menurun, sulit tidur, sering ingin buang air kecil pada malam hari, dan pembengkakan kaki.

Pemeriksaan dini yang bisa ditempuh adalah melalui tes Cystatin C darah di laboratorium. Nilai laju filtrasi glomerulus (FLG) akan diukur di tes ini, dengan menghitung jumlah darah yang disaring glomerulus.

Selain itu, deteksi dini penyakit ginjal kronis juga bisa dilakukan di laboratorium dengan pemeriksaan albumine urine kuantitatif. Tahap paling awal untuk risiko nefropati diabeti. Istilah tersebut adalah istilah medis untuk penyakit ginjal serius.

Pencegahan

Untuk mencegah agar penyakit ginjal kronis tidak terjadi, sangat penting untuk kita mengurangi faktor resiko dan juga rutin memeriksakan urine serta darah kita, agar penyakit ginjal kronis terhindarkan.

"Deteksi dini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit ginjal kronis serta untuk memperlambat atau menghindari terjadinya penyakit ginjal kronis tahap akhir melalui analisis darah atau urin, tes carik celup (mikroalbuminuria bagi penderita diabetes), periksa tekanan darah secara rutin," tutur Dharmeizar, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI).

Pemicu dan Penyebab

Faktor-faktor pemicu ginjal kronis sebaiknya diketahui oleh masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan. Kebiasaan buruk sehari-hari tanpa kita sadari bisa menjadi salah satu faktor pemicu ginjal kronis, misalnya kurang minum.

pasalnya, kurang minum dapat mengakibatkan tubuh rawan terkena infeksi saluran kemih. Lambat laun, infeksi saluran kemih bisa berkembang menjadi infeksi ginjal. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan dengan zat kimia seperti bahan pewarna, pengawaet, dan penyedap rasa juga berbahaya bagi ginjal.

Karena, zat-zat kimia tersebut bisa mengendap di ginjal hingga ujung-ujungnya fungsi organ menurun. Namun, faktor yang paling sering memicu penyebab ginjal kronis adalah diabetes melitus dan hipertensi. **

SHARE