Pengungkapan Diri Pengaruhi Hubungan Romantis - Male Indonesia
Pengungkapan Diri Pengaruhi Hubungan Romantis
MALE ID | Relationships

Tingkat informasi intim yang diungkapkan dapat menjadi prediktor keberhasilan hubungan. tetapi pada saat yang sama, terlalu banyak pengungkapan pribadi sejak dini dalam suatu hubungan tidak mungkin membawa kesuksesan.

Photo by Vera Arsic from Pexels

Pengungkapan diri mengacu pada sejauh mana Anda mengungkapkan informasi pribadi tentang diri Anda sendiri. Dalam laman Pairedlife, studi menemukan bahwa jumlah pengungkapan pada pasangan memprediksi apakah mereka akan tetap bersama selama lebih dari empat tahun atau tidak.

Semakin pasangan mengungkapkannya, semakin dekat perasaan mereka terhadap satu sama lain. Peneliti juga menemukan bahwa ada berbagai jenis pengungkapan diri. Pengungkapan yang berbicara tentang pengalaman sukses atau gagal dan hubungan seksual sebelumnya memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kepuasan hubungan. 

Namun, ini tidak berarti seseorang harus segera mengungkapkan informasi pribadinya. Pasalnya ada norma keterbukaan diri. Misalnya, pasangan pada tahap awal suatu hubungan tidak akan berharap untuk mengungkapkan informasi pribadi apa pun. Tingkat pengungkapan harus meningkat seiring waktu, dan seseorang mengharapkan pengungkapan mereka dibalas.

Seperti yang dihipotesiskan, asosiasi positif ditemukan antara pengungkapan diri dan karakteristik individu dari harga diri, harga hubungan (kepercayaan diri sebagai pasangan intim), dan responsivitas dan kepuasan.

Penelitian pendukung untuk pengungkapan diri telah menemukan bahwa tingkat pengungkapan diri yang lebih tinggi terjadi secara online, tetapi hubungan ini jarang bertahan karena mereka tidak memiliki keintiman hubungan tatap muka. 

Peneliti bernama Cooper dan Spartaler menyebut ini sebagai fenomena 'boom and bust'. Hubungan online menjadi intens dengan cepat karena tingkat pengungkapan yang tinggi, alias 'boom'. Diasumsikan bahwa individu merasa lebih nyaman mengungkapkan informasi pribadi secara online. Beberapa orang berpendapat ini karena pengguna internet memiliki tingkat anonimitas. 

Mereka juga berpendapat bahwa kurangnya isyarat sosial lainnya seperti verbal atau perilaku berarti apa yang dikatakan seseorang tidak disaring. Misalnya, jika seseorang berbicara tentang topik yang kontroversial, dan pasangannya tampak tidak setuju, orang tersebut mungkin menahan diri untuk tidak mengatakan semua yang mereka rasakan tentang subjek tersebut.

Hal ini dapat menjelaskan mengapa orang daring lebih cenderung mengungkapkannya, sehingga mengarah pada hubungan dekat dengan cepat. Namun, karena kurangnya kepercayaan dan pengetahuan yang benar satu sama lain, sulit untuk mempertahankan hubungan (bust).

Artinya, tingkat pengungkapan diri yang tinggi dapat menjadi prediksi dari hubungan yang sukses dan tahan lama, namun pengungkapan ini tidak bisa sepihak. Jika tidak, individu tidak akan merasa dekat dengan pasangannya.

Hubungan online cenderung berkembang pesat karena orang merasa lebih nyaman mengatakan hal-hal yang intim, namun, kurangnya interaksi fisik membuat hubungan online sulit dipertahankan.

SHARE