Usia 20-49 Tahun Paling Mungkin Tularkan COVID-19 - Male Indonesia
Usia 20-49 Tahun Paling Mungkin Tularkan COVID-19
MALE ID | Sex & Health

Corona, virus yang menyebabkan COVID-19, tidak menyerang semua orang dengan cara yang sama. Orang dewasa yang lebih tua berusia 60 tahun ke atas, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan kronis tampaknya terkena dampak yang lebih parah oleh penyakit mematikan tersebut.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Meskipun gejala COVID-19 cenderung lebih ringan pada orang dewasa yang lebih muda, namun kemungkinan mereka memainkan peran lebih besar dalam penularan virus. Fakta penelitian baru-baru ini mengungkapkan, orang berusia antara 20-49 tahun paling mungkin menyebarkan virus mengerikan itu.

Ketika pasca-Oktober 2020, setelah ditutup selama berbulan-bulan karena pandemi, sekolah-sekolah mulai dibuka kembali di beberapa bagian dunia. Penelitian tersebut menemukan bahwa saat Amerika Serikat secara bertahap melonggarkan pembatasan COVID-19, orang dewasa dalam kelompok usia 20-49 tahun berjumlah 72,2 persen terinfeksi di negara itu. Lebih spesifiknya, orang berusia antara 20-34 menyumbang 34 persen dari total infeksi, mereka yang berusia antara 35-49 menyumbang 38,2 persen.

Sementara anak-anak dan remaja cenderung tidak menyebarkan penyakit. Menurut penelitian, anak-anak berusia 0-9 tahun hanya menyumbang 2,7 persen dari infeksi, dan 7,1 persen berasal dari remaja berusia 10-19 tahun.

Karena tingkat infeksi yang tinggi terlihat di antara kelompok usia 20-49 tahun, penelitian tersebut menekankan perlunya memvaksinasi orang-orang yang termasuk dalam kelompok usia ini. Para peneliti percaya bahwa memvaksinasi orang-orang ini dapat membantu mengurangi penyebaran virus.

Dilansir dari The Health Site, studi yang dipublikasikan di Science Magazine itu menyebutkan, mengendalikan penyebaran virus pada kelompok usia ini juga akan membantu membuka kembali sekolah dengan aman.

Pada September 2020, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) di AS juga melaporkan bahwa orang dewasa muda mendorong infeksi virus corona di negara itu dan kemungkinan besar menyebarkan virus ke populasi yang lebih tua dan lebih rentan. Laporan tersebut mencatat bahwa orang berusia 20-an merupakan bagian terbesar dari kasus yang dikonfirmasi dibandingkan kelompok usia lainnya.

Laporan CDC juga mengonfirmasi orang dewasa muda menyebarkan infeksi pada orang tua yang kemungkinan besar dirawat di rumah sakit dan meninggal karena COVID-19. Pakar CDC pada saat itu telah memperkirakan kemungkinan infeksi bermunculan ketika lebih banyak perguruan tinggi dan universitas mulai dibuka kembali, dan lebih banyak mahasiswa yang kembali ke kampus.

Sekitar waktu yang sama, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengingatkan bahwa kaum muda mendorong penyebaran virus corona baru di banyak negara. Seringkali orang muda memiliki gejala yang lebih ringan dan karena itu banyak yang bahkan tidak tahu kapan mereka terinfeksi. Ini meningkatkan risiko penyebaran ke populasi yang paling rentan, termasuk orang tua dan orang sakit.

Mereka yang memiliki gejala Covid-19 ringan seperti sakit tenggorokan, hidung tersumbat dan pilek, mual, muntah, diare, dan sakit kepala hingga demam dan batuk ringan, disarankan tinggal di rumah dan tetap terisolasi untuk menghindari penyebaran infeksi ke orang lain. Sementara mereka dengan gejala Covid-19 yang parah seperti demam tinggi, batuk parah, dan mungkin sesak napas, perlu dirawat di rumah sakit.

Meskipun pasien muda cenderung tidak dirawat di rumah sakit atau meninggal karena COVID-19, para ahli telah mengingatkan bahwa beberapa mungkin mengembangkan gejala yang parah dan bertahan lama, terutama mereka yang mengalami obesitas, menderita diabetes atau tekanan darah tinggi (hipertensi).

SHARE