Perbedaan Cinta dan Tergila-gila Pada Seseorang - Male Indonesia
Perbedaan Cinta dan Tergila-gila Pada Seseorang
MALE ID | Relationships

Ungkapan klasik “cinta pada pandangan pertama” memang terdengar sangat romantis. Namun kalimat ini mengandung makna antara cinta dan tergila-gila. Dua perasaan yang sebenarnya berbeda.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

“Meskipun seringkali terasa sangat intens, tergila-gila cenderung lebih didasarkan pada ketertarikan fisik dan fantasi khayalan tentang siapa orang ini,” kata Lauren Fogel Mersy PsyD, psikolog dan terapis seks bersertifikat AASECT, dilansir dari mindbodygreen.

Kegilaan, menurut dia, adalah seseorang yang memiliki ketertarikan kuat pada orang yang tidak dikenal dengan baik. Mereka yang tergila-gila akan terus memikirkan orang itu.

Jika Anda tergila-gila pada seseorang, beberapa tanda-tandanya yakni Anda selalu memikirkan dirinya. Meski Anda belum banyak berinteraksi atau obrolan mendalam satu sama lain, namun Anda sudah memiliki perasaan kuat kepadanya.

Anda merasa samar-samar “terobsesi” dengannya, dan Anda merasa dia sangat sempurna atau pasangan yang ideal untuk Anda. Anda akan tertarik secara fisik kepadanya, sementara sebagian besar yang Anda ketahui tentang pribadinya hanya permukaannya saja, berdasarkan penampilan, atau berdasarkan perilakunya dalam suatu kelompok. Bukan dari percakapan atau pengalaman aktual Anda dengannya.

Seolah-olah Anda tahu segalanya tentang dia. Anda akan berfantasi tentang dirinya. Namun Anda mengabaikan jika ada tanda-tanda awal ketidakcocokan yang bertentangan dengan fantasi Anda. Anda akan terus berupaya membuat dia terkesan agar melihat Anda secara positif.

Tergila-gila vs Cinta

Jika rasa tergila-gila cenderung terjadi sangat cepat dan melibatkan ketertarikan yang kuat, sementara rasa cinta adalah pengalaman yang jauh lebih dalam untuk mengenal seseorang sepenuhnya, merasa terikat dan dekat dengannya, serta peduli tentang dirinya dengan cara bertahan dan tidak bertumpu hanya pada perasaan Anda.

“Cinta lebih dari sekedar perasaan. Dibutuhkan sedikit pengetahuan tentang orang yang dicintai dan kemampuan untuk mencintainya meskipun kita tahu dia memiliki kekurangan dan ketidaksempurnaan. Cinta bukanlah melayani diri sendiri tetapi kesediaan untuk berkorban dan kompromi,” kata Grace Suh LMHC LPC, konselor kesehatan mental berlisensi.

Mencintai seseorang berarti berupaya mengenal mereka, karena cinta adalah bentuk keintiman, dan keintiman butuh untuk diketahui dan dilihat.

Lantas apakah tergila-gila bisa berubah menjadi cinta? Tidak selalu seperti itu. Terkadang tetap seperti itu sampai perasaan itu berakhir. Mungkin dikarenakan objek kegilaan gagal memenuhi fantasinya, atau karena orang yang dimaksud tidak membalas perasaannya. Meski begitu, terkadang kegilaan bisa berubah menjadi cinta.

Menurut Suh, tergila-gila adalah mementingkan diri sendiri karena Anda merasa nyaman berfantasi tentang orang tersebut. Tetapi jika Anda mampu memberi, berkorban, dan berkompromi dengan orang yang membuat Anda tergila-gila, maka bisa berubah menjadi cinta. Agar itu terwujud, perlu dipertimbangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk maju ke tahap hubungan berikutnya.

Intinya, tergila-gila tidak selalu berarti buruk, tetapi bisa juga menjadi sangat tidak sehat. Ketika Anda tergila-gila, itu mungkin berarti Anda sangat menyukai penampilan seseorang dan tertarik secara seksual/fisik kepadanya secara intens. Ini bisa menjadi bagian normal dari tahap awal jika Anda ingin mengenalnya dan mengembangkannya menjadi hubungan romantis. Jika kegilaan itu menjadi dua arah, timbul rasa aman dari kedua belah pihak, maka Anda telah memulainya dengan baik.

Tetapi jika tergila-gila hanya sebagai obsesi dengan harapan yang tidak realistis dan menuntut kesempurnaan, maka itu menjadi buruk. Itulah sebabnya banyak orang mengacaukan antara kegilaan dengan cinta seperti yang mereka lakukan antara cinta dan nafsu.

SHARE